Tag

, , , , , ,

Oke, tema trip kali ini adalah “Pengabdian kepada Orang Tua”, hehee.. Ide awalnya hanya satu, pengin buat seneng ibuk, bude, bulek, dan ibu – ibu yang sudah dianggap sebagai ibu sendiri. Sadarkah kita kalau dibalik ketegaran, ketabahan dan kekuatan ibu – ibu kita itu sesungguhnya tersimpan keinginan untuk beralih sejenak dari rutinitas harian sebagai orang tua? Oh ayolah, bercerminlah pada diri sendiri. Apakah kita sendiri cukup tabah dalam menjalani keseharian tanpa jeda sedikitpun, meski hanya sekedar ingin menikmati “me time”? Saya memberlakukan hal yang sama dengan ibu – ibu kita tersebut. They deserve it!

Perjalanan kali ini memang diperuntukkan untuk Ibu – ibu dan orang tua tercinta. Destinasi yang dipilih pun diatur sedemikian rupa agar bisa dinikmati, meski rencana cadangan tetap perlu dipikirkan mengingat cuaca yang mungkin agak tidak bersahabat, seperti yang akan diceritakan berikut ini.

Baik, kunci dari mengatur perjalanan yang terdiri dari 10 orang ini adalah segala sesuatu sebisa mungkin sudah dipesan jauh hari, misalnya tiket, penginapan dan rencana transportasi lokal. Ah, belum.. saya belum buka travel agent (nanti ya, hehe). Itinerary sudah beberapa kali diubah, mengikuti jadwal penerbangan yang sempat pending ke beberapa jam dari jadwal semula. Berbekal pengalaman dan riset awal ke destinasi utama yang memungkinkan di sekitaran kota Kuching serta bantuan beberapa orang teman, jadilah keberangkatan 4D3N tempo hari itu.

Siapa bilang Kuching itu kurang menarik? Buat saya, prinsip menarik dan tidak menarik itu adalah kita sendiri yang memutuskan. Sukses atau tidaknya suatu liburan itu tidak hanya ditentukan oleh destinasi saja, tetapi juga oleh faktor dengan siapa kita bepergian dan bagaimana kita mampu membangkitkan suasana di setiap kesempatan. Kebetulan sekali rombongan kali ini termasuk tipikal personal yang mampu menciptakan kegembiraan dan keceriaan di segala macam suasana, termasuk suasana muram akibat cuaca hujan dari kali pertama menginjakkan kaki di Bandara International Kuching, hingga berangkat pulang dengan penerbangan langsung KCH – PNK.

Awalnya memang tak terbayang bagemana semua destinasi utama dapat dicapai, melihat hujan betul – betul membasahi hampir seluruh bagian kota Kuching, dan mendung tak lah mau beranjak melingkupi seisi kota. Tetapi kemudian, percaya atau tidak percaya, semua destinasi utama khatam dijabani dengan semangat yang luar biasa superr. Senang rasanya melihatnya tertawa dan gembira hampir tanpa henti, hehe..

Trip dimulai dari Jumat sore dari Ponti dan tiba menjelang magrib sampai di hotel. Kebanyakan moda transportasi lokal yang digunakan adalah dengan taksi online, saya menggunakan Grab dengan 2 mobil (satu mobil untuk kapasitas 4 orang dan mobil lainnya dengan kapasitas 6 orang). Jenis transportasi ini mudah banget dan nyaman, hanya tunggu beberapa menit armada sudah datang, dan tak perlu lama menunggu siapa yang akan ambil kesempatan mengantar kami, hanya dalam hitungan detik. Mobil yang digunakan pun relatif nyaman dibanding taksi biasa. Overall, layanan taksi online di Malaysia ini hampir tak pernah mengecewakan, tak ada hidden fees dan pengemudinya juga kebanyakan ramah (kasi bintang lima mulu dah untuk pengemudinya, hehe).

Setelah kedatangan, selesai sholat magrib waktu Malaysia, tujuan pertama adalah Plaza Merdeka. Begitu sampai di tujuan, byurrr hujan deras sederas – derasnya mengguyur kota. Tak apalah, kami aman di ruangan tertutup alias mall, hehee. Makanan di food court nya juga lumayan oke, harganya masih wajar.

Hari kedua, karena tujuannya jauh dan banyak tempat yang akan dikunjungi, saya memutuskan untuk menyewa mobil van saja yang cukup untuk kapasitas 12 orang. Dari pengalaman yang lalu – lalu, saya jadi berprinsip lebih baik jika bisa bepergian bareng satu rombongan dalam satu kendaraan. Alasannya: pertama, memudahkan koordinasi dengan anggota rombongan; kedua, rombongan jadi terasa utuh tidak terpisah – pisah, hehe.. makin rame makin asyikk ;p Di hari kedua ini, tujuannya adalah Pasar Satok, Museum Kuching, Taman Anggrek, Masjid Raya Sarawak, dan Pantai Damai serta pemandangan Gn. Santubong (yang tertutup kabut mendung, wkwk). Kesemuanya sukses dikunjungi, ditambah bonus ke Spring Mall dan makan malam di waterfront.

IMG_20180208_224026_preview

Hari ketiga, jadwalnya adalah jalan menyusuri waterfront dari hotel hingga ke Jembatan Darul Hana, kemudian belanja oleh – oleh di sekitar Main Bazaar Street, nge-mall di Vivacity, dan makan malam. Tetapi berhubung hujan deras di pagi hari, jadi dibalik jadwalnya. Nge-mall dulu di sepanjang pagi, kemudian makan siang di Warong Nusantara, jalan pulang ke hotel, setelah sholat Dzuhur dan Ashar baru dilanjut menyusuri waterfront, cari oleh – oleh hingga ke Jembatan Darul Hana, dan makan malam di Top Spot Muslim Seafood.

Allah SWT memang Maha Penyayang yaa.. kalau saja pagi di hari ketiga itu tidak hujan, tentunya ga akan dapet pemandangan Jembatan Darul Hana yang paling oke di petang hari, sesaat sebelum adzan Magrib. Di saat itu betul – betul pas untuk berfoto, hari belum terlalu gelap namun udah dapet pemandangan lampu jembatan yang baru saja dihidupkan. Ah, top!! Ohya, satu info lagi, di mall Vivacity yang konon katanya salah satu yang terbesar di Kota Kuching, ada banyaaak toko – toko barang branded dengan harga yang oke punya. Kalau ibu – ibu, incerannya Kaison dan SSF, secara yang disenanginya adalah bebungaan. Karena di Kaison, walaupun palsu, kualitas bunga plastiknya masih oke, dengan harga murah pula. Nah kalau di SSF, harganya memang lebih mahal, tetapi penampakan bunga palsunya udah kayak bunga beneran, langsung kalap dah emak – emak (gpp asal bahagia) ;p

Nah, selesai belanja di Vivacity Megamall, kebetulan pak Sopir yang anterin kita ke Warong Nusantara ada beri rekomendasi tempat makan malam enak di sekitaran hotel. Ya itu, Top Spot! Secara ini lidah agak – agak kurang sesuai dengan kebanyakan masakan di Kuching, langsung lah tawaran rekomendasi tersebut dicaplok. Malamnya, dengan berjalan kaki serombongan 10 orang menyusuri jalanan menuju lokasi. Dan ya, si Top Spot sepertinya tidak pernah sepi pengunjung, hehe.. Harga lumayan oke, sebanding dengan harga murah di Warong Nusantara pas makan siangnya tadi. Budget makan sehari 100.000 IDR masih dapat tercapaiii, hihi..

Beres makan, beres belanja, beres jalan – jalan dan pepotoan. Hari terakhir tak perlu pergi jauh – jauh, tepat di sebelah Tune Hotel, ada Upside Down House alias rumah terbalik, hehee.. Jangan remehkan para orang tua ya, mungkin terkesan ga gaul, tapi cobalah bawa sesekali bersenang – senang di Upside Down House, dijamin ngakak guling – guling.. :p Usai puas bergaya mengikuti arahan pengarah gaya, dan berfotoan, kemudian waktunya pulang.

IMG_20180208_223530_preview

Alhamdulillah semua urusan lancar hingga sampai kembali ke rumah. Semua senang, meski agak capek – capek sedikit, hehe.. Terimakasiiih kepada semua pihak yang sudah membantu.. Besok kapan – kapan akan diatur lagi trip berikutnya ke destinasi lainnya.. Ohya, mau tau berapa total budgetnya per orang all in termasuk makan untuk 4D3N? Please do not hesitate to contact me directly, atau ntar ya tunggu soft opening Pipiew Travel & Co. ;p (Aamiin.. hihihii..) Tetap bahagiaa ya teman..muah..muah..

– Fie, Feb 8th 2018 –