Kita sebagai manusia, akan selalu punya momen terindah di setiap stage / rentang waktu dalam hidup. Momen itu, sangat erat kaitannya dengan keberadaan teman, keluarga, sahabat, pendamping, kolega, yang berada di sekitar. Satu momen tidak akan pernah tergantikan oleh momen yang lain, meski keadaannya terlihat persis. Satu momen adalah keunikan tunggal yang akan abadi jika (dan hanya jika) terpatri begitu dalam, dalam ingatan-ingatan di luar kepala; yang sari pati keabadiannya telah mengendap demikian tebalnya hingga cukup di-kuarkan dengan sentuhan ringan elemen pemicu munculnya kenangan.

Hm, bicara momen berarti bicara stage. Stage sendiri pun sulit didefinisikan dalam rentang waktu yang tetap. Ia memang tetap: tetap bervariasi. Sebagai contoh, stage kenangan di LIA (sebuah lembaga bahasa) berkisar 3 bulan, sedang stage di IALF (lembaga bahasa – yang lain) adalah 1,5 bulan. Meski berbeda rentang, namun keduanya menyimpan momen – momen yang sama hebatnya. Keduanya menciptakan euforia unik ketika dikenang. Keduanya mampu mengukir senyuman (bahkan tawa) ketika diingat. Dan keduanya, terlalu berharga untuk dilupakan.

Kualitas dari kenangan tersebut pun sejatinya adalah kita yang menentukan. Saya, punya stage yang beragam (Anda pun tentunya). Setiap stage itu tidak sepenuhnya saya ingat. Ada ruang-ruang tertentu dalam ingatan yang menempatkan dan mengkategorikan stage-stage tersebut. Kalau saya, 95% kenangan berada dalam ruang gembira, dan hampir tak punya tempat untuk ruang gelisah. Itulah kenapa, jika saya menilik ke belakang, meninggalkan masa kini untuk melihat kembali yang telah lalu, yang ada adalah “Hidup saya bahagia!”. Efeknya bombastis, mampu mengembalikan optimisme dalam hidup saya (yang kadang-kadang meredup). Ketika menilik itu, saya biasanya menemukan sumringah bersama teman-teman, canda saya dengan mbakyu-mbakyu, kekonyolan yang acapkali diimplementasikan tidak pada tempatnya. hahha..

Maka, masa lalu tidak selalu untuk dilupakan, tetapi ada bagian-bagian berkualitas yang sepatutnya dipertahankan untuk dikenang, lewat media apapun: foto, tulisan, benda unik (selain memori di otak yang kapasitasnya terbatas). Karena bagian-bagian berkualitas tersebut akan mampu mengembalikan energi positif dari tubuh yang sempat meluntur..

Iklan