Membayangkan perasaan takut bercampur kepanikan ketika diguncang bumi. Innalillahi..sungguh tak terbayangkan. Ketika bayangan tsunami menghantui setiap derap langkah kaki yang mengayun menghindari bahaya. Mungkin kehilangan nyawa terasa lebih baik daripada mengetahui kenyataan akan ketidakberadaan orang – orang yang dicintai. Innalillahi..turut berduka cita, saudaraku..

Deru kendaraan bersahutan dengan teriakan kegelisahan. Orang tua berlarian menyelamatkan sang anak, ibu – ibu bertangisan, harta tidak lagi menjadi urutan pertama untuk diselamatkan. Ah, saudaraku..sedih nian mendengar rintihanmu..semoga Yang Kuasa melindungi orang – orang yang beriman. Amin..

Dengan penuh kesadaran, Pariaman bukanlah yang pertama dan mustahil menjadi yang terakhir. Dimanapun dan kapanpun, do’a kami selalu untuk yang terbaik. Sebuah cobaan saudaraku, ingatlah Dia Yang Maha Mengingat. Dan ingatlah, saudaramu hingga Merauke meluangkan berjuta tangan untuk membantu. Kalian tidak sendiri..

– teruntuk saudara setanah air, korban gempa di Padang dan sekitarnya –

Iklan