Bagi kaum muslimin, Hari Raya Idul Adha bukan hanya identik dengan kesibukan beribadah Haji dan Qurban. Bukan hanya Masjidil Haram dan Padang Arafah saja yang dibanjiri ratusan ribu jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. Tidak hanya hewan-hewan kurban saja yang ikut meramaikan mesjid hingga tanggal 10 Djulhijjah. Tetapi juga gedung-gedung dan aula pertemuan yang habis diboking para calon pasangan pengantin, untuk menunaikan ibadah pernikahan.

Dipercaya sebagai bulan baik, pasca Idul Adha kebanyakan dipilih sebagai moment terbaik penyelenggaraan pernikahan. Tentu saja dilengkapi dengan segala harapan agar para pasangan pengantin dapat mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrohmah, aamin.

“Tidaklah ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari tersebut (yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah jihad di jalan Allah tidak lebih utama?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidaklah jihad lebih utama (dari beramal di hari-hari tersebut), kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan keduanya (karena mati syahid).” (HR. Al-Bukhari)

Ada yang istimewa pada pernikahan ba’da Idul Adha tahun ini. Salah satu blogger Pontianak menyelenggarakan pernikahannya pada tanggal 10 Desember kemarin. Beliau adalah kakak angkat saya, Nurita Putranti aka eNPe aka Bu Guru aka Cekgu, atau mbak Itha, yang dipersunting oleh Abdullah Imam.

Alhamdulillah, saya berhasil menyempatkan diri menghadiri akad nikah yang dilaksanakan di kediaman mempelai wanita. Menyaksikan prosesi pernikahan selalu membuat saya merinding dan terharu, apalagi pada sesi sungkeman setelah ijab qabul dilakukan. Dua kalimat panjang itu menandakan awal hidup baru bagi kedua keturunan adam & hawa tersebut.

dsc05796
dsc05797Sebelum pulang, ibu mempelai wanita menyisipkan sebuah pernik berisi daun sirih, “dimakan ya..biar cepet ketularan..” demikian pesan ibu. Saya tersenyum, sambil meng-aamin-kan di dalam hati.

Tiga hari setelah akad nikah dilangsungkan, resepsi pernikahan diselenggarakan di Gedung Islamic Center Masjid Mujahidin Pontianak. Seperti tidak pernah surut, tamu-tamu terus berdatangan memenuhi seisi gedung. Para Blogger sekaligus Plurker Pontianak yang diundang pun berbondong – bondong memberikan selamat kepada kedua mempelai.

reunian di tengah pernikahan
kiri ke kanan : Ibu saya, Mbak Uut, Heni, Cangak, Kak Yunita, Fadlie, Rofiq, Fie, Anggareni, Roy Ghofur, Rizko, M. Riza, Ratno, Dian Prawira
fotographer : Ra

Iklan