Tag

, , ,

Cerita tentang PB2008 belum tuntas, tapi nantilah, dipending dulu buat oleh2 :p nah, karna sekarang auranya sedang mengarah pada perjalanan Jakarta – Bandung, jadi PB2008-nya disalib dulu buat nyeritain perjalanan (mumpung masih seger dan ga perlu mikir banyak buat nulisnya, he..)

Awalnya rencana ke Jakarta hanya akan mengikuti Pesta Blogger 2008, hari Senin sebenarnya sudah harus kembali lagi ke Pontianak, namun godaan untuk berkunjung kembali ke mantan tanah rantau terasa semakin menggelora *mumpung deket*. Akhirnya, dengan sedikit memaksa, bos menyetujui izin libur 2 hari sampai hari Selasa besok.

Memanfaatkan waktu 2 hari untuk bernostalgila di Bandung terasa gampang-gampang susah, inginnya 1 hari berisi lebih dari 24 jam, karena begitu banyak tempat-tempat yang ingin dikunjungi, membuat saya bingung mengatur jadwal. Apalagi di hari terakhir mungkin hanya bisa dimanfaatkan setengah hari saja, selebihnya adalah perjalanan pulang menuju Cengkareng. But, no problemlah, paling tidak mengobati sedikit kerinduan yang sempat tertangguhkan selama hampir 3 tahun ini (udah tua ternyata).

Dari Jakarta, Pak Andi mengantarkan saya dan motosuki ke stasiun Jatinegara. Ternyata stasiun telah digenangi air banjir, tidak terlalu tinggi tapi dapat membuat sepatu yang dipakai menjadi basah. Petugas kebersihan stasiun pun sibuk menyingkirkan sisa-sisa air yang dibawa oleh pengunjung, agar lantai stasiun tetap terjaga dari genangan air. Loket pembelian karcis jurusan Bandung belum dibuka, keberangkatan selanjutnya adalah pukul 16.52, sedangkan kami tiba di stasiun pukul 15.04 WIB, waktu yang cukup lama untuk menunggu. Untunglah, walaupun membeli tiket bisnis seharga Rp 25.000,- kami tidak dilarang untuk menunggu di ruang tunggu eksekutif dengan fasilitas yang lumayan nyaman. Eh iya, saya sempat kaget mengetahui bahwa harga tiket bisnis jauh lebih murah daripada 3 tahun yang lalu, karena persaingan dengan layanan bus dan travel semakin ramai.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam, kami hampir saja ketinggalan kereta api, alhasil masuk melalui gerbong 1, padahal di tiket kami tertulis gerbong 5, ahay lumayan jauh berjalan melewati 4 gerbong di atas kereta yang sudah berjalan dengan bawaan segunung, hehehe.. (paling menakutkan ketika melewati sambungan antar gerbong, membayangkan hal-hal yang tidak-tidak).

Untunglah sinyal di dalam kereta cukup bagus, sehingga bisa nge-plurk di saat-saat membosankan seperti itu, dan ternyata orang di seberang kursi kami juga sedang asyik ngeplurk (ngintip layar nokianya), ternyata virus plurk benar-benar dahsyat.

Sekitar pukul 20.00 sampailah kami di stasiun Hall, Bandung sedang hujan. Motosuki mengantarkan saya sampai ke asrama putri Kalbar di Jl. Kidang , Buah Batu, tempat saya menginap selama berada di Bandung. Bercakap sebentar dengan penghuni asrama, saya lalu mengunjungi tetangga di depan rumah, tempat ngumpul waktu dulu. Nostalgia. Banyak hal yang diceritakan, banyak tragedi yang terjadi sepanjang rentang waktu 3 tahun, kacaunya saya sempat lupa identitas beberapa orang *kumat*. Saya disambut dengan petikan akustik + suara merdu merdu vokalis The Six, yang sayangnya tidak sempat melanjutkan rekaman demo mereka. Dihadiahi lagu favorit saya waktu itu + diperdengarkan ciptaan terbaru mereka. Menyenangkan.

Yeah, mengenang masa lalu itu selalu menyenangkan, apalagi setelah beberapa tahun terlewati, selalu terasa lebih menyenangkan. Oke, sekarang mau siap-siap dulu, waktunya bernostalgi ke mantan kampus yang sekarang katanya new look.

Iklan