Tiada hari tanpa kabar tentang Ryan, begitulah fenomena pemberitaan yang terjadi belakangan ini. Bukan hanya ditayangkan pada acara berita maupun kriminal, tapi juga merambah dunia infotainment. Kaum gay pun angkat bicara, mengingat dengan alasan kelainan orientasi seksuallah Ryan bertindak seolah-olah menggantikan tugas Malaikat Izrail.

Ketika fenomena ini mulai merebak, sebuah acara di televisi (lupa judulnya) membahas mengenai pendapat kaum Gay terhadap tindakan Ryan yang terbilang sadis. Beberapa orang gay pun mengemukakan pendapatnya, mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap tindakan Ryan, dan melakukan pembelaan diri bahwa Gay tidak selalu dekat dengan kekerasan fisik. Seketika itu pula kaum Gay menjadi pembahasan hangat karena mengikuti sorotan media massa yang kian intens melaporkan kondisi psikologis pasangan Gay. Lalu, seberapa populernya kah kaum Gay di kalangan masyarakat Indonesia?

Sebagian besar orang pasti menentang keras keberadaan kaum Gay yang jelas-jelas menyalahi kodrat. Namun, tidakkah anda tahu bahwa kaum Gay di Indonesia tidak seminoritas yang kita kira? Tidak bisa dipungkiri bahwa komunitas independen kaum Gay se-Indonesia sudah dibentuk sejak beberapa tahun yang lalu, baik secara online maupun konvensional. Dan komunitas ini terkesan dibiarkan saja dan bahkan hampir dianggap lumrah.

Seiring berkembangnya kasus Ryan, maka kaum Gay pun tidak mau dipersalahkan. Memang, alasan pembunuhan itu bukan sepenuhnya akibat termakan api cemburu pasangan sejenis, namun sepertinya momen ini tidak disia-siakan begitu saja oleh para Gay, sejumlah pembelaan diri dan berbagai argumentasi melankolis pun dilontarkan, untuk mendapatkan simpati positif masyarakat terhadap pasangan Gay.

Seberapa pun banyaknya kesan simpatik yang didapatkan, seluwes apapun sikap masyarakat terhadap keberadaannya, namun tidakkah pasangan sejenis adalah hal yang salah dan harus diluruskan?

QS Al-A’raf:80-84

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”

Surat Hud ayat 82

”Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”

Sabda Rasulullah saw :

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah)

Iklan