Tag

,

Masih ingat kuis “Siapa Berani”? yang beberapa tahun lalu sempat booming dan menjadi acara televisi dengan penghargaan nasional sebagai kuis terbaik dan terfavorit. Waktu itu setiap hari rasanya kurang afdhol tanpa sapaan khas Helmi Yahya dan Alya Rohali. Tampang dan pembawaan mereka yang smart memang pas untuk memandu 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat tersebut. Tapi sekarang, kemana perginya yah acara kuis berhadiah dengan bobot pengetahuan yang luar biasa tersebut? Atau, masih adakah acara kuis lainnya yang lebih mementingkan kapasitas otak daripada keberuntungan semata? Keknya udah jarang ya..sejenis Who Want To Be A Millonaire misalnya.

Hnnahh, tadi pagi, waktu fi asyik milih-milih saluran televisi untuk menemani kegiatan di “Sabtu Tanpa Lembur”, pilihan fi jatuh pada stasiun kebanggaan Republik Indonesia, TVRI Nasional. Menonton kuis Pesona Fisika terlihat lebih menarik daripada infotainment, jalan-jalan atau acara kuliner di stasiun tv nasional lainnya.

Pukul 08.00 kuis Pesona Fisika mulai ditayangkan. Dipandu oleh Kak Luluk dan Katharina, kuis ini diikuti oleh 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20-an siswa SMP (lupa ngitung fi) dengan 3 juri yang menilai bobot jawaban setiap kelompok. Seperti juga peraturan pada kuis-kuis lainnya, Kuis ini terdiri dari beberapa babak sesuai dengan tema di setiap episode (kali ini tentang “Getaran”).

Pada Babak Pertama, peserta diwajibkan menyimak tayangan pada layar lebar, kemudian masing-masing kelompok mendiskusikan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan tema fisika pada episode tersebut, dan mengutus salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Ada nilai kerjasama, kemampuan menyimak dan kemampuan berbicara yang diperhitungkan disini.

Pertandingan pun tidak hanya seputar masalah otak dan kecerdasan, tetapi juga diselingi dengan pertandingan yang bersifat permainan dan kemampuan fisik. Karena bertemakan Getaran, maka kemampuan fisik yang dimainkan adalah permainan memutar gelang pada tubuh masing-masing perwakilan kelompok yang ditunjuk. Gelang yang paling lama bertahanlah yang akan mendapatkan nilai terbesar. Babak ini menjadi sangat riuh dan penuh candaan peserta.

Setelah kondisi hangat dan “pemanasan otak” cukup dilakukan, tibalah sesi Pemberian Materi yang disajikan oleh Tim Pesona Fisika serta sesi percobaan yang diberi judul “Fisika oh Fisika”. Melihat cara penyajian materi dengan menggunakan software bantu “Pesona Fisika“, maka konsep Fisika terasa mudah dimengerti (kenapa ni software ga dari dulu ada yak? coba gratiis *dibeliin pemerintah kek*)

Pada babak terakhir, ketiga tim kembali ditandingkan dengan cara menjawab soal rebutan sesuai materi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Humm..seruu juga ngeliat siswa-siswi SMP sedemikian bergairahnya menikmati pelajaran Fisika, seperti kutipan lirik di akhir acaranya “Fisika..ku tak bingung lagi.. ku tak pusing lagi..” << nebak mode on
Namun hal yang paling disayangkan dalam kuis ini adalah, jumlah hadiah yang terbilang sangat sedikit bila dibandingkan dengan kuis – kuis yang kebanyakan tanpa bobot, apalagi hadiahnya masih harus dibagi-bagi untuk setiap anggota kelompok (keknya duitnya hanya cukup untuk traktiran anak sekelompok saja). Iya sih, tujuan utama kuis ini bukanlah untuk memenangkan hadiahnya, tetapi untuk menarik minat siswa-siswi SMP lainnya tidak ada salahnya ya jika hadiah yang ditawarkan tidak kalah menggiurkan dengan acara kuis lainnya atau kuis via ponsel.

Pesona Fisika hanyalah salah satu contoh tayangan hiburan sekaligus edukatif yang dibutuhkan oleh masyarakat berpendidikan. Cukup sepele memang, tapi kalau benar-benar disepelekan lalu kapan Indonesia akan maju? Lebih baik memupuk generasi muda dengan kreatifitas pengetahuan daripada kreatifitas pergaulan modern yang menyesatkan, bukankah demikian?