Tag

Lebih dari sebulan terakhir jarang sekali sebuah mimpi menghinggapi tidurku, kalaupun mimpi pastilah hanya sekedar intermezzo alam tidur yang semakin meyakinkan bahwa ia hanyalah sekedar rangkaian mimpi. Namun semalam, alam bawah sadar mengingatkan banyak hal tentang kehidupan yang terlupakan dan cenderung terabaikan. Jelas ia datang untuk menegur.

Terbiasa menikmati sajian duniawi ternyata membuatku lupa akan kewajiban hakiki. Meskipun kesalahan – kesalahan ini akan mengundang sejuta pembenaran diri, namun seharusnya kesemuanya dikembalikan kepada niat dan tujuan, ketika suatu niat sudah terpancang kuat maka akan ditemukan banyak jalan ke arahnya.

Ikatan silaturahmi yang banyak terputus membuat hari – hariku semakin terasa membosankan. Malas mengirimkan pesan, menunda menyampaikan kabar, lelah pergi berkunjung, adalah alasan termudah menghindarkan diri dari serbuan kata-kata sombong. Have no more time.., memangnya sesibuk apa sih diriku? menghabiskan banyak waktu untuk tidur dan meng-ghibah orang lain. Lelah.., padahal tak ada yang kulakukan.

Amanah yang tidak segera diwujudkan, termasuk salah satu kesalahan utamaku. Ketika seseorang mempercayakan suatu tanggung jawab, seharusnya segera kulakukan dengan mengerahkan segala kemampuan, bukan berdasarkan mood dan kondisi psikologis yang kalau saja dituruti akan selalu menimbulkan kemalasan dan keengganan.

Terlalu banyak ide dalam otak namun tak sanggup kurealisasikan semuanya sekaligus, kebutuhan manajemen pikiran semakin mendesak bagiku. Ditambah lagi sifat plinplan dan kurang percaya diri yang seringkali membuat otakku bekerja berkali lipat karena kebingungan, dan tak jarang ide itu hanya sanggup bertahan dalam otak saja.

Sikap sosialisasiku kepada sesama juga menjadi poin utama penilaian sikap dan perilaku. Terlalu banyak bercanda, kurang menghargai orang lain, easy going yang berlebihan, menyakiti perasaan, janji yang terlupakan, aiih..tanpa sadar telah banyak kesalahan yang kulakukan. Pantas saja alur hidupku tidak terasa semulus orang lain, padahal lebih banyak kemudahan yang kudapatkan.

Humm..maafkan aku saudara-saudara..maafkan untuk semua kesombongan, kealpaan dan keegoisan..hiks.. *sensitive mode on*

Iklan