Tag

,

I. Pengertian Niat

Niat (secara umum) berarti suara / getaran terhadap sesuatu yang dihadapi sesuai dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan atau menghindarkan kerugian.

Niat (pengertian secara syar’i) adalah keinginan untuk melakukan amal perbuatan karena mengharapka ridho Allah.

II. Dalil – dalil tentang ikhlas

Surah Al-Bayyinah ayat 5 (QS. 98 : 5)

Artinya :

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

[1595]Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

Surah Az-Zumar ayat 11 (QS. 39 : 11)

Artinya :

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

III. Kedudukan

1. Niat menentukan diterima atau tidaknya amal seseorang.

2. Niat akan menentukan balasan yang Allah berikan kepada seseorang.

3. Untuk membedakan antara ibadah dengan bukan bukan ibadah.

4. Untuk membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya.

IV. Urgensi memperbaharui niat

Yang dapat menyebabkan niat bergeser antara lain :

1. Keinginan berhenti dari suatu amal perbuatan

2. Bergeser dari keinginan semula karena pengaruh bermacam – macam kebutuhan

3. Munculnya keragu – raguan terhadap suatu amal perbuatan

V. Cara untuk mencapai keikhlasan

1. Memahami bahwa keikhlasan itu penting.

2. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT.

Surah Al-Mulk ayat 12 (QS. 67 : 12)

Artinya :

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Surah Ar-Rad ayat 21 (QS. 13 : 21)

Artinya :

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

3. Tidak takut kepada siapapun kecuali Allah.

Surah Al-Baqarah ayat 150 (QS. 2 : 5)

Artinya :

Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

4. Berjuang sekuat – kuatnya demi ridho Allah

Surah Al-Maaidah ayat 48 ( QS. 5 : 48 )

Artinya :

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

[421]. Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya.

[422]. Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya.

5. Mengharapkan balasan hanya dari Allah

Surah An-Nahl ayat 97 (QS. 16 : 97)

Artinya :

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[839]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

6. Menguatkan hati nurani

7. Memahami bahwa kehidupan dunia ini adalah sementara

Surah Al-Anbiyaa’ ayat 34-35 (QS. 21 : 34-35)

Artinya :

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

from de 6th Liqo
Iklan