Tag

,

Si Thomas belum tertarik rayuan Kido, dkk nih kayaknya..hehe..
Mengecewakan memang, tapi inilah kenyataan, yang kadangkala menyakitkan :p Sorak-sorai penonton tak lagi meriah, sekejap setelah Kang Taufik membiarkan shuttlecock meluncur dengan manis di hadapannya, kemenangan telak untuk Korea.

Di partai ketiga, semangat jagoan muda Indonesia terlihat menurun drastis, wajar setelah kekalahan yang diderita pada dua partai sebelumnya. Meskipun kekuatan lawan relatif berimbang, namun mentalitas pemain jauh menurun setiap kali kesalahan baru kembali dibuat. Nyali terlanjur ciut mengingat kewajiban untuk meraih kemenangan pada partai yang tersisa. Sayangnya, tunggal kedua Tim Thomas Indonesia tidak memberikan kesempatan Candra Wijaya/Nova Widiyanto untuk ikut menyumbangkan keringat di tengah lapangan pertandingan semifinal Indonesia vs Korea.

Tim Thomas Indonesia kalah di babak semifinal Piala Thomas 2008 yang diselenggarakan di kandang sendiri, dengan dukungan penuh masyarakat Indonesia. But, nope.. Perjuangan Kido / Hendra patut diacungi jempol. Smash berkecepatan 276 km/h sanggup mewakili intonasi Kebangsaan yang kian menaik, menuju oktaf tertinggi, walaupun harus terhenti sementara sampai disini, untuk melaju kembali di laga berikutnya, tentu dengan iringan instrumentalia nan syahdu dari seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia tidak kalah, tetapi baru bangkit dari tidur nyenyak yang seringkali terganggu oleh kicauan asing makhluk luar. Ingatlah bahwa Sony, Kido dan Hendra baru berumur 24 tahun, Simon dan Joko Riyadi bahkan belum menginjak usia 23 tahun, serta Tommy Sugiarto yang dilahirkan pada tahun 1988. Aset penting untuk negara yah.. 🙂 *jangan dijual lagi lho..* :mrgreen:

Jangan berhenti berharap, esok masih ada Uber yang emang harus diuber :p Semangat Pia!! Firda!! Marissa & Lilyana!! Maria Kristin!! Grace & Jo!! serta semua pendukung tim Uber Indonesia dah!! 😀

Iklan