Tag

Tertawa adalah pekerjaan yang paling mudah, asal ada pemicu tentunya raut muka yang tadinya tegang berubah riang gembira. Siapa yang tak suka melihat wajah yang mampu menyenangkan perasaan orang. Bermacam latar senyum dapat kita kembangkan. Karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan teman ataupun rekan kerja. Namun persoalannya, kadang hal sepele itu kerap dilupakan akibat berbagai tuntutan hidup yang berbuntut stres. Padahal stres dan psikomatik itu bukanlah persoalan baru dan sudah sejak pertengahan abad lalu banyak dibahas. Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi tidak mudah membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang.orang yang mudah tertawa lebih cepat sembuh dari penyakit daripada orang yang lebih banyak mengeluh apalagi menangis. ( Sumber )

Para ahli kedokteran dari Universitas Maryland, AS, baru-baru ini mengungkapkan bahwa tertawa ternyata ampuh membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah. Menurut teori yang disampaikan oleh Michael Miller, yang memimpin penelitian tersebut, bahwa ketika tertawa, dalam tubuh manusia terjadi pelepasan endorphin, hormon yang diyakini bisa membantu memperbaiki kondisi pembuluh darah. Pelepasan hormon ini dalam jumlah banyak juga terjadi setelah seseorang melakukan olah raga. Kemungkinan lain, tertawa akan merangsang pelepasan nitrat oksida, yaitu gas yang mampu merelaksasi endothelium (salah satu bagian dari pembuluh darah).
( Sumber )

Lalu, adakah yang salah dengan cara tertawa? *sambil nunjuk-nunjuk diri sendiri yang selalu takjub dan ngeri ketika mendengar rekaman suara tawa sendiri ;p*

Dimanapun, siapapun dan kapanpun, selalu ada komentar tentang cara saya tertawa, bahkan tak jarang beberapa diantaranya justru ikut tertawa hanya karena mendengar suara saya tertawa. Kalau kata Vries begini, “Wah, enak mbak fi kalo pas belanja tiba-tiba ilang kemana, bisa cepet ketahuan posisinya”, atau Indri yang selalu bilang, “Fi, cepet patenkan suara ketawanya tuh, tar dipake buat bunyi alarm mobilku yah” atau “Ketawamu dijadiin trend ringtone aja fi..”, Untungnya belum pernah lemburan malem bareng Bu Jum yang pasti ngibrit begitu denger suara ketawaku “Itu Fifi atau siapa ya??”, huehehe.. Namun saya tidak pernah minder atau mengutuki cara saya tertawa, maupun bunyi yang dikeluarkan ketika saya tertawa (yang seringkali membuat orang-orang di sekeliling saya menjadi malu, maaf..sulit ngontrolnya..). Tapi inilah saya, bersyukur atas segala anugerah tak terhingga yang diberikan oleh-Nya, dan menggunakannya untuk berbagi keceriaan serta menebar aura kegembiraan di sekitar πŸ™‚ just it i can do πŸ™‚

umm…nomong apa si barusan?? *o’on mode on* ;p

Iklan