setan

Janganlah aku menjadi tempat segala kesalahan yang kau buat sendiri. Aku tak pernah menyuruhmu berbuat seperti yang aku kehendaki. Aku bahkan tak pernah membujukmu untuk melakukannya, Aku, sebagaimana dirimu adalah makhluk Tuhan juga, yang barang kali pernah pada suatu masa berbuat salah. Dan, karena kesalahan itu Tuhan mengutukku. Akan tetapi, bukan berarti kutukan itu membuatmu beralasan atas setiap kesalahan yang kau lakukan. Jangan salahkan aku!!
(Ttd. SETAN)

huuiiw…serreeem…btw Setan punya ttd juga yak? šŸ˜€
Ya, itulah tadi sederet kata-kata yang menhiasi sampul belakang buku bertajuk “Akulah SETAN, Anda siapa?**” (siapa hayoo, ngaku…:D)

Hati-hati membaca buku ini, kalau menurut fi, si penulis mengajak kita untuk menerjemahkan sendiri arti “Setan” dari sudut pandang si setan itu sendiri.

Pikiran yang mungkin hinggap di pikiran kita sewaktu membaca buku ini :

Pertama, “Owh, ternyata setan ga jahat-jahat amat kok!” <warning!!>, misalnya dari kata-kata si setan yang seperti ini :
Sejujurnya, dalam hati terdalam, aku menyesal telah menyeret Adam dan istrinya mengikuti jejakku. Aku sungguh menaruh iba kala menyaksikan anak cucu Adam harus menghuni alam dunia yang serba menyusahkan dan penuh kesulitan. TErkadang, aku bahkan sempat menitikkan air mata.
Nah lo, mulai dee gombalnya kluar…

Kedua, Setan aja takut sama Allah, masa’ kita engga’??
Sesungguhnya, sejak awal penciptaan, aku punya perasaan takut yang mendalam kepada Tuhan, terutama karena aku mengetahui bahwa siksa Tuhan amat pedih.”

Ketiga, Sesungguhnya Setan itu amat lemah.
Kalaulah boleh jujur, sebenarnya aku, serta seluruh anggota Keluarga BEsar SEtan (KBS), amat lemah dibanding seorang manusia. Aku pun sebenarnya tidak memiliki daya dan kekuasaan apa pun atas diri manusia , terutama jika Tuhan berkenan menjaganya.

Keempat, Jagalah Hati *Aa Gym mode on*
Tak perlu mencariku di pekuburan tua, di pepohonan rindang, ataupun tempat-tempat sepi dan angker dan mengerikan lainnya. Dan sejujurnya, tempat tinggalku tak terjangkau indera manusia. Meski demikian, aku mempunyai tempat singgah, katakanlah sementara (atau “sementara”), yang amat strategis dan terhormat, yakni hati umat manusia. Di hati orang-orang kafir dan orang-orang lalai biasanya aku merenovasi tempat singgah ini menjadi istana megah dan penuh pesonasehingga aku kerasan menetap. Di hati orang munafik dan orang fasikku memancang basis kerajaan, dan dari sana aku membangun kekuatan. Adapun di hati orang beriman, terkadang cuma sanggup numpang tinggal sementara dengan resiko terusir setiap saat.

See kan? udah bisa disimpulin sendiri donk maksud dan tujuan dari buku ini, insya4JJI bisa mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT, dan memperingatkan kita akan tanda-tanda hadirnya tamu tak diundang šŸ™‚

Oiyah, di awal buku ini, sebelum Prolog, ada subbab PERINGATAN PENULIS KEPADA PEMBACA, plis baca ini bener-bener, ada peringatan2 yang memang tidak boleh untuk tidak diketahui šŸ™‚

Sebagai tambahan, buku ini “cara bicaranya” asik, ga bikin bosen, ga penuh dengan petuah-petuah yang bikin mata mengantuk, tapi bisa bikin kita berpikir jauh lebih kritis dan realistis, memahami mana yang benar dan salah, dan apa makna besar yang terkandung di balik ungkapan-ungkapan Setan yang cenderung “membujuk” itu.

**buku ni dipinjemin ma mbak dety yang langsung “jatuh cinta” waktu hunting2 di gramed, thanks mbak De’ šŸ˜€

Iklan