Pertama-tama, siapkan satu tandan pisang nipah, (ni mo bikin kolak apa jualan pisang neng?!), ke..kebanyakan yak, ya uda secukupnya aja, sesuai selera. Kemudian rebus pisang yang sudah dipotong-potong di dalam panci yang berisi air secukupnya, masak di atas api (ya eyalaah, masa’ masak di atas aer??).

Langkah kedua, eh lupa, sebelum pisang keknya tadi harusnya dimasukin ubi duluan de, secara si ubi punya molekul kepadatan yang lebih rapat 😀 teserah mo ubi kayu ato ubi jalar, tergantung persediaan. Kemudian, masukkan daun pandan, santan kelapa dan gula merah, aduk-aduk supaya santan tidak pecah (piring kalee’).

Setelah mendidih, cicipi masakan, jika ada bumbu yang kurang maka tambahkanlah sesuai selera, tetapi, jika anda sedang puasa dan tidak bisa mencicipi makanan, maka pinjamlah lidah orang yang tidak sedang berpuasa, namun hati-hati, lidah yang anda pinjam tersebut haruslah dapat dipercaya, jika hasil kurang memuaskan maka itu adalah tanggung jawab dari yang punya lidah, kekekeke….appaaaa cobaaa????

Pelajaran ketiga belas *ngikut om Hirata :D* : jangan percaya resep masakan yang dibuat oleh orang yang ga bisa masak, kekekeke…

Iklan