Hidup memang berat men..!! kecuali bagi anda yang terbiasa makan tiga kali sehari dan tidur delapan jam sehari, demikian pula saya yang terbiasa bepergian tanpa perlu mengayunkan kaki di tengah teriknya matahari.

Bisa lihat, pengemis jalanan yang memohon-mohon kasihan kepada para pengendara sepeda motor?
Atau anak-anak usia sekolah yang cukup lihai naik turun angkutan kota kemudian membagi-bagikan sepotong amplop bertuliskan “mohon bantuan untuk membeli makanan dan keperluan kami lainnya”?
Bahkan laki-laki bugar yang berdalih mengemis dengan menggandeng seorang tua dengan mata terpejam?

Kasihan? tentu saja, tapi..apakah kerelaan kita akan dibalas setimpal dengan tidak kosongnya perut mereka? ataukah keikhlasan memberi menjadikan mereka berhasil mengenyam pendidikan sekolah dengan wajar? atau justru hasil sumbangan terbesar dinikmati oleh para organizer yang hanya sibuk “mengantar jemput” mereka setiap harinya ke pos masing-masing?

Di tengah kekurangberuntungan mereka dalam mempertahankan hidup, dan di antara ketulusan niat ikhlas membagikan sebagian harta kepada sesama makhluk-Nya, masih adakah orang-orang yang sedemikian teganya mengeruk kekayaan sebesar-besarnya dari ajang bisnis terselubung ini?

Buka mata, buka hati & pikiran

Iklan