PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Silent Day in Manchester

Posted by pipiew pada Desember 27, 2010

Dinginnya cuaca Desember tidak menyurutkan semangat Natal penduduk Manchester. Suhu yang kini hampir tidak pernah beranjak dari titik di bawah nol derajat bukan menjadi kendala untuk merayakan Natal di tengah keluarga. Salju bahkan ditunggu demi menambah kekhusyukan “White Christmas”.

Sebagaimana tradisi Lebaran di Indonesia, Natal di Britania Raya pun mengenal istilah mudik. Liburan panjang di sebagian besar institusi pendidikan dan perkantoran memudahkan para pendatang kembali ke kampung halaman masing – masing. Bandara dan pusat transportasi antar negara dipenuhi pemudik yang hendak pulang ke negara asalnya. Sayangnya cuaca kurang bersahabat tepat di minggu terakhir sebelum Natal.
Salju lebat turun hampir di seluruh bagian Inggris, menyebabkan kabut tebal dan tumpukan salju yang menghambat transportasi darat maupun udara. Bandara ditutup, sehingga para pemudik beralih ke jalur darat, berharap mendapatkan tawaran layanan transportasi yang lebih lancar. Penumpang kereta api antar negara pun mendadak membludak. Antrian tiket memanjang hingga puluhan meter di luar gedung stasiun yang megah. Mereka mencoba bertahan di tengah dingin yang menusuk, demi merayakan Hari Besar bersama orang – orang terdekat.

Perayaan Natal di tengah masyarakat modern Inggris bukan lagi menjadi bagian sakral dari sebuah rutinitas keagamaan, melainkan sudah dianggap sebagai perayaan global bagi semua komunitas. Gereja dan Katedral tidak lantas menjadi penuh dengan orang – orang yang dengan khidmat berdoa, tetapi hampir mirip seperti kebaktian biasa yang lebih banyak dihadiri generasi lanjut usia.

Meski demikian, Natal tetap menjadi Hari Besar bagi masyarakat Eropa kebanyakan. Semua toko, perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan transportasi publik tidak beroperasi pada hari H. Kota lantas terlihat seperti kota mati, tidak ada aktifitas sama sekali. Jalanan lengang, pusat kota yang tidak pernah sepi di akhir pekan kini mendadak sunyi. Semua pekerja beristirahat, kecuali karyawan hotel yang tentu saja dibayar dengan gaji ‘khusus’ di hari Natal.

the Wheel of Manchester yang mendadak menjadi sepi..

Ditulis dalam Hari-Hari | 14 Komentar »

Masih Bermimpi..

Posted by pipiew pada Desember 12, 2010

Berada di salah satu bagian dari Eropa. Sampai hari ini masih saja terasa seperti mimpi. Aku dsini, menginjak daratan empat musim, berada di belahan bumi yang lain, berjarak 7 jam x 15 derajat garis longitudinal dari tanah kelahiran, berbahasa asing dengan berbagai dialek yang sulit dimengerti. Ah, sulit dibayangkan, meskipun bukan lagi menjadi bayangan.

Tiga bulan, bukan waktu yang cukup untuk beradaptasi. Toh tubuh ini masih saja kedinginan di suhu 8 derajat celcius. Lidah ini masih keseleo melafalkan ejaan English. Telinga ini masih belum bersahabat dengan aksen British. Kening ini masih juga berkerut mencoba mengerti maksud kalimat yang dilontarkan lawan bicara. Inggris, negeri impian sekaligus negeri derita.

Hal yang paling mengagetkan adalah proses akhir dari sebuah pencarian ilmu dalam satu subjek mata kuliah. Tadinya diri ini seakan rindu merasakan aktifitas menjadi seorang mahasiswi. Tapi apa daya, menjadi mahasiswi di negeri ini tidak semudah yang dibayangkan. Menulis essay tidak selancar mengupdate status facebook. Mencari data tidak segampang menemukan serial film favorit di youtube. Menganalisis teori tidak semudah membanding – bandingkan harga di situs eBay. Tantangan baru saja dimulai.

Namun semua tantangan dan kesulitan terasa sebanding dengan keelokan negeri ini yang luar biasa menakjubkan. Bukan berarti melebihi keindahan alam di negeri sendiri. Yang membuatnya begitu istimewa adalah sensasi “seperti di tivi-tivi” yang dirasakan. Ketika kecil dulu kita hanya menyaksikan kisah Alice in Wonderland atau the Wizard of Oz yang melegenda. Membayangkan alam yang melatar-belakangi scene-nya. Mengira – ngira kerindangan hutan pinus ala Eropa pada kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Memimpikan untuk menyentuh salju yang dirasakan Gadis Penjual Korek Api. Dan sekarang, tiba -tiba impian itu ada di depan mata. Menyentuh salju dan…

Ditulis dalam Hari-Hari | Bertanda: , , , | 10 Komentar »

Christmas Markets

Posted by pipiew pada Desember 11, 2010

Pasar Tradisional Menjelang Natal

Sejak satu setengah bulan sebelum perayaan Natal yang sesungguhnya tiba, suasana di negeri berpenduduk mayoritas Kristiani ini terlihat gemerlap oleh pernak pernik khas Natal. Pohon cemara asli maupun tiruan lengkap dengan aksesorisnya dapat ditemukan hampir di seluruh sudut kota. Lampu warna – warni bergambar pohon natal beserta mistletoe-nya menghiasi setiap tepian jalan. Beraneka hiasan natal menyemarakkan toko – toko dan berbagai tempat umum. Mengingatkan khalayak bahwa Natal sudah di depan mata.

Salah satu keunikan dari perayaan Natal di Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya adalah penyelenggaraan Christmas Market, atau Pasar Natal. Pada umumnya Christmas Market mulai dibuka sejak 4 minggu sebelum Natal. Biasanya pasar ini terletak di alun – alun kota atau berdekatan dengan area pejalan kaki di pusat kota.

Sejarah Pasar Natal berawal di Jerman pada akhir abad pertengahan. Dresden Christmas Market adalah pasar natal tertua yang pertama diadakan pada tahun 1434. Mirip dengan bazar atau pameran yang sering diadakan di Indonesia menjelang hari – hari besar nasional, produk yang dijual di Christmas Market pun beragam, yaitu berupa makanan, minuman, tanaman, pakaian dan cindera mata khas negara – negara Eropa.

Lots of Chocolates

Lots of Chocolates

Brikutnyaaa…Christmas Market di Manchie.. ^_^

Ditulis dalam Hari-Hari, Unforgetable Moment | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

Menjelang Winter

Posted by pipiew pada Desember 7, 2010

Pergantian Musim

Suhu di bawah nol kini menjadi bagian keseharian dari masyarakat UK, meski suasana yang terasa ‘winter’ ini datang terlalu cepat, jauh hari sebelum winter yang sesungguhnya datang. Umumnya salju baru akan turun pada bulan Desember, namun kali ini salju sudah turun sejak akhir November 2010. Kemajemukan penduduk yang kian menghiasi tanah Inggris ini membuat para imigran atau penduduk non-UK yang datang dari daerah tropis mengalami berbagai kendala dalam beradaptasi. Perubahan cuaca yang terlalu ekstrim, ditambah mobilitas yang tinggi sebagai tuntutan ‘kerja keras’ ala UK telah terbukti menjadi pemicu utama serangan demam dan berbagai penyakit lainnya.

 

Snow in the UK

Berada di negara empat musim dan merasakan hujan salju untuk pertama kalinya mungkin terlihat begitu menakjubkan. Salju pun terlihat sangat indah. Tetapi sesungguhnya, dibalik keindahan itu, resiko bencana tidak dapat dihindarkan. Winter kali ini diprediksi akan menjadi musim dingin yang lebih buruk dari tahun sebelumnya, padahal musim dingin tahun 2009 adalah winter terdingin selama 31 tahun terakhir (Gabbatt 2010) dengan suhu terendahnya mencapai -22,3 derajat celcius. Saat ini suhu rata – rata di berbagai wilayah di UK berada pada kisaran 0 sampai dengan -6 derajat celcius. Di bagian utara Great Britain dan Irlandia, temperatur udara bahkan sudah sampai di titik minus 14 derajat, misalnya di kota Edinburg dan Glasgow di Scotland. Merasakan dinginnya yang menusuk, tidak heran seseorang bisa mati kedinginan di cuaca yang sedemikian ekstrim.

Akibat situasi yang sangat ekstrim ini, 900 sekolah di Skotlandia terpaksa diliburkan dan sepertiga gedung perkantoran tidak menjalankan aktifitas harian. Sektor lain yang terkena dampak negatif adalah transportasi. Tumpukan salju yang sedemikian tebal di jalan raya menghambat arus kendaraan baik antar kota maupun dalam kota hingga mengakibatkan keterlambatan dan kemacetan lalu lintas. Beberapa jalur kereta api di Skotlandia juga gagal beroperasi. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Skotlandia mengeluarkan peringatan kepada pengendara untuk tidak melakukan perjalanan kecuali sangat penting.

Global warming ternyata tidak hanya berdampak kepada ketidakteraturan iklim di negara dua-musim saja, tetapi juga di belahan bumi lainnya. Salju, angin, badai menyebabkan keterlambatan angkutan umum, macet dan terhentinya kegiatan perbaikan jalan. Acara graduation terpaksa dibatalkan karena alasan cuaca, menyebabkan para wisudawan dan wisudawati di University of Bradford terpaksa menunda kebanggaannya untuk dikalungkan medali kelulusan di seremoni keagungan para students. Perpustakaan ditutup, kegiatan belajar mengajar pun dihentikan di salah satu universitas di wilayah Skotlandia karena udara yang terlalu dingin dan salju yang kian menebal. Aktifitas terhenti. Maka, winter tidak lagi menjadi menakjubkan..

Ditulis dalam Hari-Hari | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

Eid Mubarak di Negeri Ratu Elizabeth

Posted by pipiew pada November 18, 2010

Perayaan Dalam Keberagaman

Manchester, United Kingdom – Hari Raya Idul Qurban dirayakan oleh seluruh umat Islam sedunia, dengan ajaran dan kewajiban yang persis sama, dari sholat eid berjamaah hingga berkurban untuk yang memerlukan. Yang membuatnya berbeda adalah cara dan ritual perayaan di setiap negara. Sebagaimana hukum mayoritas – minoritas yang secara alami berlaku di tempat manapun di seluruh bagian di dunia ini, suasana berlebaran terasa demikian berbeda di negeri yang lebih dari dua pertiga penduduknya menganut paham trinitas. Segala sesuatunya tampak seperti biasa, jalanan dipenuhi lalu lalang para mahasiswa dan karyawan, perkuliahan dah hari kerja tidak mendapat kompensasi Idul Adha, bahkan mungkin sebagian besar manusianya tidak menyadari kehadiran salah satu hari besar umat muslim. Semua terasa begitu wajar bagi para mayoritas, tetapi tidak untuk kaum yang merayakannya, terutama yang berasal dari negara dimana Idul Adha menjadi sebuah momen penting kebersamaan dan berbagi.

Meskipun jumlah penduduk muslim di Greater Manchester adalah yang terbesar di antara kota – kota lain di United Kingdom, ditambah perpaduan etnik yang beragam, tidak lalu menjadikan kota Manchester terasa benar – benar berlebaran, kecuali di mesjid atau wilayah tertentu yang mayoritas dihuni penduduk muslim. Di Inggris, Eid Adh jatuh pada tanggal 16 November 2010, beberapa jam sebelum jemaah haji melaksanakan sholat Eid di Mekkah. Tidak terdengar adanya perbedaan pendapat mengenai penetapan 10 Dzulhijjah 1431 sebagaimana yang sering terjadi di Indonesia.

Sholat Eid dimulai pukul 08.15 waktu setempat. Beberapa mesjid dan prayer hall menyelenggarakan sholat eid berjamaah. Jemaahnya jelas berasal dari berbagai negara, dari Syria hingga Nigeria, juga Pakistan dan Oman, Saudi Arabia serta Malaysia, semua menunaikan cara menyembah Tuhan yang sama, doa yang sama, ruku’ dan sujud yang sama. Sungguh indah melihat cara Allah menyatukan seluruh keberagaman. Subhanallah. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari, Soul, Unforgetable Moment | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

7 weeks in IALF

Posted by pipiew pada Agustus 4, 2010

It is undeniable that there are so many heritage building in my country. Why? Because we come from different cities, such as Ternate, Ambon, Surabaya, Bandung, Jakarta, Samarinda and Pontianak. However, our diversity is the biggest wealth that we have.

Actually, it does not matter if (not “ip“) we were born in different range of age, from the youngest to the oldest. In addition, it is such a lucky chance for being a part of BC-1, i believe it was our destiny to find out who we really are. For example, the most silent student not always cannot produce a joke, in the last week he made jokes almost every time. It was a better improvement of our class, not only ielts score. Our ielts progress was very fluctuative. On the other hand, our trend for being crazy increased dramatically.

Nowadays, it is difficult to find the craziest class like BC-1 class. We are not only the funniest class, but also the highest class in category of disturbing people around us (with our noise.. OMG, we are sorry). In conclusion, no one knows what will be happen with BC-1 if tomorrow never comes. For better or worse, we are BC-1.

*)dikutip dari kebiasaan / keunikan / trademark BC-1'ers dan beberapa "wise words" dari the Book of Remember.

Ga nyampe 150 words si, tapi cukup mewakili profil beberapa teman di 7-week British Council course, heu.. what an incredible experience! Hm, awalnya kegiatan belajar terasa membosankan, mungkin karena telah terbiasa dengan rutinitas kantor (kalau saya sih jujurnya merasa bosan karena nilai yang tak kunjung membaik, he). Hampir setiap hari, kecuali weekend, kami dicekoki dengan PR writing, latihan reading dan listening, serta tak ketinggalan cuap – cuap 2 menit in English. Nilai – nilai yang sedemikian fluktuatif menambah beban pikiran, alhasil beberapa kandidat sempat mengalami gangguan kesehatan. Namun obsesi untuk meraih cita – cita jenjang pendidikan yang lebih tinggi membuat segala rintangan dan hambatan harus dapat terlewati. (cieh..)

Sedikit mengecewakan karena tidak semua dari peserta akan berangkat, hanya 20 dari 40 kandidat terpilih yang akan mendapatkan kesempatan meraih gelar Master di negeri dimana Ratu Elizabeth diagungkan. Siapapun yang terpilih, pasti akan selalu ada hikmah terbaik bagi ke-40 dari kami. Paling tidak, selama 48 hari kami menemukan sahabat dan pengajar terbaik. Ah, miss you guys..

Rutinitas melelahkan dari pagi hingga sore hari agaknya terasa terlalu membosankan hingga di pertengahan rentang waktu kami belajar. Untungnya kebosanan tidak lalu menjadikan kami berada di titik stagnasi, kreativitas justru tumbuh subur di saat – saat seperti ini, kreativitas membuat lelucon maksudnya, hehehe.. Entah kenapa, semakin berada di penghujung, suasana kelas justru semakin terasa sayang untuk ditinggalkan. “Kalian lucunya kok nggak dari dulu siih?” ujar Mbak Desi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari, Soul | Bertanda: , , , , , | 14 Komentar »

How to relieve your Stress..

Posted by pipiew pada Juli 10, 2010

Empat belas hari menuju pertarungan terakhir yang menentukan masa depan jenjang pendidikan adalah puncak dari segala tekanan atas minimum target yang harus dicapai. Penghiburan terbaik selalu datang tepat pada waktunya, tanpa diduga serta direncanakan, dan spontanitas seperti ini justru terkadang membawa hasil sempurna ketimbang perencanaan yang terlalu matang. Menjelang weekend dua sahabat terbaik mengabarkan perihal kunjungan seorang teman ke ibukota, such a good idea, saya sedang butuh aktifitas menyenangkan untuk membunuh tekanan batin atas hasil pelajaran yang tak kunjung membaik. Dua hari akan kami habiskan bersama.

Mangagumi kehidupan air di Seaworld, memilih dan memilah pakaian di Clothing Exhibition Senayan, hingga menikmati Culinary Festival ditemani aransemen apik milik Vicky Sianipar plus performa sempurna ala Warna, membuat Sabtu itu terlalu berharga untuk dilupakan (meski diguyur hujan dan dilanda ketegangan otot kaki yang luar biasa menyakitkan akibat kegiatan olah kaki yang hampir mendapat porsi dua pertiga bagian dari seluruh perjalanan hari itu, ditambah kelangkaan taksi karena para taxi driver lebih memilih menonton pertandingan tragis Jerman – Argentina di perempat final laga Piala Dunia). Fiuh, terdengar melelahkan? Jelas tidak lebih lelah daripada kami yang merasakannya, tetapi alunan “Gambang Suling” hasil olah nada bung Vicky mampu melunasi kelelahan kami hari itu, bahkan lebih dari cukup.

Keesokan harinya, bagian terpenting dari sebuah pertemuan, kami bercerita banyak hal, tentang masa lalu ketika masing – masing dari kami harus survive menghadapi kehidupan kampus, kebiasaan kami yang kemudian menjadi individual trademark, dan kerjasama bahu membahu dalam memecahkan solusi BounceOut di detik – detik terakhir sebelum kehancuran. Ah, indah.. Terlalu menyenangkan sekaligus mengharukan..

Taman yang Menentramkan

Rangkaian aktifitas weekend kali ini diakhiri dengan menikmati suasana menenangkan di Taman Surapati, kebetulan seorang teman setiap minggu sore berlatih menari disini, namun sayangnya tepat di minggu tersebut sang pelatih tari tidak hadir di lokasi (cup..cup..Friz, semoga latihan tarinya tidak terhenti begitu saja). Taman ini begitu sederhana, sama dengan taman – taman kota pada umumnya, namun suasana menyejukkannya begitu terasa. Mungkin karena pengaruh pohon – pohon rindang yang mendominasi hampir setiap bagian di sekeliling taman. Tidak..tidak..bukan hanya karena pohon – pohon tersebut, karena efek yang dirasakan tidak hanya kesejukan secara fisik, tetapi juga psikis, rasanya lebih dari sekedar rasa tenang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari | Bertanda: , | 4 Komentar »

An Inconvenient Truth

Posted by pipiew pada Juni 27, 2010

Global Warming? sudah lama terdengar di seantero dunia, iklan televisi, poster dan baliho di tengah kota, slogan jargon yang senantiasa diselipkan di setiap event. Tapi maaf, saya baru benar – benar tergugah ketika menikmati film dokumenter “An Inconvenient Truth”, telat banget seeh.. Kesadaran untuk mengurangi polusi, menanam sebanyak – banyak pohon yang bisa kita tanam, penghematan energi listrik, dsb sudah sedari lama saya sadari, tetapi hanya sepersekian persennya saya lakukan. Tetapi Al Gore, menyuguhkan berbagai fakta berupa statistik dan bukti visual akan kekritisan alam kita saat ini.

Berawal dari kegiatan funny-educatednya Maureen feat Gai feat Michael (para tentor di IALF), di minggu keempat kami memfasihkan lidah barat, kami disuguhkan sebuah film yang katanya penuh dengan grafik (sebagai bekal salah satu varian tes wajib kami nanti, writing..). Saya pikir ini film akan membosankan (karena tidak ada subtitle :p ), dan memang membosankan karena tidak seratus persen mengerti apa yang dijelaskan, heu. Tetapi mata tiba – tiba terasa tidak sanggup berkedip ketika melihat fakta bahwa kondisi di beberapa belahan dunia sudah sangat – sangat memprihatinkan, bumi kita butuh sentuhan perlindungan.

Gunung es yang kian mencair, kekeringan di wilayah Afrika, emisi karbon yg meningkat sangat tajam di beberapa tahun terakhir, temperatur bumi yang kian meningkat, rasanya menjadi merasa bersalah mengingat kebiasaan menghambur-hamburkan energi belum juga dapat dikurangi. Padahal efek yang dihasilkan tidak hanya untuk diri sendiri, tapi yang lebih penting untuk lingkungan sekitar. Kebayang donk kalo Pontianak menjadi the next city yang penduduknya harus diungsikan karena hampir tenggelam? Penduduk di Carteret Island sudah diungsikan ke New Zealand, karena mulai “terendam”. Innalillahi.. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam My Voice | 1 Komentar »

Trip to Sabah (part 2)

Posted by pipiew pada Juni 19, 2010

Akses Telekomunikasi Indonesia – Malaysia

Bawaan orang yang pertama kali keluar negeri, inginnya selalu dengan segera memberitahukan kepada khalayak tentang apa-apa yang dilihatnya, baik kepada keluarga, teman dekat, bahkan seantero dunia. Operator telekomunikasi yang saya gunakan ternyata masih mendeteksi keberadaan sinyal di bandara Kuching. Try..try..mulai mengirimkan message pertama di negeri orang. Berhasil! Namun kehilangan Rp 4000,- sekali sms. Lain lagi halnya dengan operator seluler yang katanya terbesar di Indonesia, teman saya tidak berhasil mendapatkan akses telekomunikasi karena tidak melakukan migrasi terlebih dahulu sebelum berangkat ke luar negeri, hm ribet juga ya. No sinyal berarti No telepon, No sms dan No internet. Ahayy..malangnya nasib temanku sayang *saat itu saya habis-habisan mengejek teman tersebut, haha*.

Rp 4000,- / sms tidak mungkin dikirimkan ke semua nomor kontak, alternatif lain adalah membagikannya melalui facebook, sekali akses langsung tersebar ke seantero dunia. Keasyikan mengomentari status, tak sadar berapa KB bandwidth yang sudah digunakan. Dalam otak saya yang tersemat adalah pikiran bahwa 1 KB paling banter cuma seharga sepuluh rupiah, toh di Indonesia aja cuma satu rupiah per kilobyte. Ternyata, jika kita berada di negeri orang, jangan pernah percaya dengan anggapan kebiasaan kita di negeri sendiri. Dengan perkiraan total akses maksimal sekitar 100 KB, biaya yang harus saya keluarkan tidak kurang dari Rp 20.000,- yang dipotong dari sisa pulsa. Rp 200,- / KB ?? Ahayy, tiba – tiba saya berhenti berceloteh riang di setiap status, hehehe..

Mengingat biaya komunikasi yang begitu mahal, belum lagi sistem roaming internasional yang tak kalah merugikan, akhirnya kami memutuskan untuk membeli simcard nomor Malaysia. Biayanya jauh lebih murah, sms internasional hanya seharga RM 0.2 atau sekitar Rp 600,-. Komunikasi lokalnya jauuh lebih murah, pulsa tersisa beberapa sen saja masih bisa menelepon sesama nomor Malaysia (mirip di Indonesia).

Hnah, karena sombong mentertawakan teman yang tadinya kesulitan mendapatkan akses internet mobile, akibatnya saya rasakan sekarang. HP saya tidak support layanan internet dengan operator seluler tersebut, hiek.. Berkali – kali saya cek info layanannya, tetapi menu yang seharusnya muncul tidak kunjung tampil, benar – benar kehilangan opsi ber-internet-an. Kontras dengan teman saya, begitu asyiknya  berselancar di dunia maya. Aaargh, betapa terpukulnya saya, life without internet?? bagaimana bisa?

Terlantar karena Tertunda Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari, Unforgetable Moment | Bertanda: , , , | 7 Komentar »

Trip to Sabah (part 1)

Posted by pipiew pada April 26, 2010

Tantangan untuk sebuah Pekerjaan

Lemas, Penat, Terbebani. Masih teringat perasaan complicated menjelang keberangkatan-ke-luar-negeri pertamaku. Waktu itu lebih baik didera tumpukan tugas rutin harian daripada harus mengemban tugas melaksanakan misi di negeri orang. Materiku belum siap! argh, tidak ada waktu untuk berpikir dan membenahinya.

Waktu hanya bisa berjalan, tanpa bisa mengelak dari sekian masalah yang terlihat semakin lama semakin membesar. Mentalku tidak disiapkan untuk menerima berbagai tekanan dan beban pikiran ketika kondisi kesehatan berada pada titik terburuk. Tetapi harus tetap dihadapi, apapun yang terjadi, seperti sudah menjadi harga mati buatku.

Mendekati hari H mentalku tidak kunjung membaik. Butuh beberapa support dan arahan. Entahlah, seperti benar – benar menjadi hari – hari terburukku, meskipun selalu ada keyakinan bahwa saya akan mampu melewatinya, dengan dukungan orang – orang terbaik di sekeliling. Saya depresi, rasanya selalu ingin menangis, dan saya benar – benar menangis.

Untungnya H-1 adalah hari terbaik di antara seminggu-terburuk-ku, semua orang membantuku. Subhanallah, terimakasih temans. Cukuplah bekalku untuk menghadapi seminggu berikutnya.

Hari Keberangkatan

Pagi terasa bangun lebih awal daripada subuh. Tidur-dua-jam-tanpa-nyenyak lumayan memberatkan dua kali lipat setiap bagian tubuh. Bukan karena mengerjakan sesuatu, tetapi dua jam sebelumnya pikiran dan perasaan ini belum sanggup menyerah kepada lelap. Tuntutan tugas dan tanggung jawab menyegerakan sel – sel tubuh untuk mempercepat waktu regenerasinya. Packaging barang – barang pribadi belum dilakukan, harus beres sebelum jemputan tiba.

Terbiasa berkemas dikejar waktu ternyata mampu mempertahankan ingatan akan benda – benda yang wajib dibawa setiap kali keluar kota, meskipun selalu saja akan ada yang tertinggal. Hm, sejujurnya perjalanan kali ini membuat diri sedikit nervous. Walaupun tidak lebih jauh dari perjalanan terjauh yang pernah ditempuh, namun status melintasi batas negara menjadi fakta penting yang sulit untuk tidak dipertimbangkan. Segala sesuatunya terlihat kabur. Ini pertama kalinya meninggalkan negara tercinta, meskipun hanya untuk beberapa hari.

Rush hitam tiba, acara berpamitan pun dilangsungkan secepat kilat. Aku pergi ibu, dan aku butuh dukungan. Satu tas jinjing berisi pakaian, satu tas selempang berisi dua laptop, satu tas ransel berisi perlengkapan-wajib-bawa, dan dua kotak dus berisi speaker dan monitor layar sentuh menjadi tanggung jawab pengawasan saya hingga pulang nanti. Untungnya ketiga barang selain tas laptop dan ransel layak dititipkan di bagasi pesawat nanti.

Lima dari sebelas anggota rombongan sudah menunggu di tempat berkumpul untuk siap menuju bandara, tempat akhir bertemunya keseluruhan anggota rombongan. Hm, kami menunggu di gedung VIP, juga untuk pertama kalinya bagi saya, maklum beberapa anggota rombongan adalah orang penting di jajaran eksekutif dan legislatif daerah. Seperti biasa, maskapai penerbangan yang akan membawa kami terbang ke Malaysia mengalami keterlambatan, tidak lama, sekitar satu hingga dua jam penantian. Eh iya, tidak seperti kebanyakan penumpang ke luar negeri lainnya, lagi-lagi karena kondisi spesial berpergian bersama orang penting, maka urusan boarding dan tetek bengek keimigrasian sudah didelegasikan kepada orang lain. Dan hasilnya, paspor saya mendapatkan cap keimigrasian yang pertama, yuhuuu…party2! *lho?!*

Melintasi Batas Negara

Penerbangan tidak-sampai-satu-jam-melintasi-batas-negara terasa sama saja dengan penerbangan satu-jam-lima-belas-menit-ke-Jakarta. Yang terlihat berbeda adalah kondisi bandara internasional Malaysia di Kuching. Sambil berjalan menuju counter imigrasyen, mata saya tertuju pada plang-plang informasi penunjuk arah, takjub pada susunan kosakatanya. Ketibaan, Perkhidmatan Bagasi, Perlepasan, dan beberapa istilah “asing” di telinga saya.

Balai Berlepas

Bandara International Kuching

Usai membereskan para bagasi yang paling tidak harus diangkut dengan minimal 4 troli penuh, kami masih sedikit harus berurusan dengan petugas imigrasi yang mengkhawatirkan konten barang bawaan kami. Karena memang pada dasarnya tidak bermaksud merugikan, kami akhirnya diperbolehkan melewati pos penjagaan tersebut, dan menuju ke pintu keluar. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , , | 6 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.