PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Arsip untuk ‘Soul’ Kategori

Suddenly, I miss BC1..

Posted by pipiew pada Januari 5, 2011

Menjadi salah satu yang sukses tanpa dibarengi kesuksesan dari teman yang lain bukanlah termasuk kategori ‘sukses’ buat saya. Masih teringat detik – detik mendebarkan pertengahan tahun lalu. Diri ini terlalu khawatir akan menerima kegagalan, tapi ternyata ketidakgagalan itu bukan berarti apa – apa tanpa keberuntungan yang lain. Melankolis memang, atau cenderung lebay, tapi memang begitulah yang terasa sejak dulu. Bayangkan, yang terdekatlah yang justru harus dilepas.

Kesuksesan itu tidak lantas menjadi puncak kegembiraan buat saya, karena harus menjadi yang beruntung di antara kekurangberuntungan yang lain. Bukan lantas menjadi tidak bersyukur, tetapi hanya menjadi dilema tak berkesudahan. Dilema untuk menyambung kembali silaturahmi, dilema berkomunikasi layaknya senasib, dilema memberi kabar yang tidak sama dengan yang lain. Lidah ini menjadi gagap. Bingung bagaimana harus bersikap.

Waktu memang menjadi senjata utama dalam mengatasi ‘ketidaknyamanan’ tersebut. Masing – masing telah sanggup beradaptasi di atas jalannya. Hanya membayangkan, jikalau jalan ini dilalui bersama yang lain…ah, memang kurang baik jika terlalu sering berandai – andai.

Menemukan sahabat yang cocok, karib yang sesuai, gerombolan yang ‘nyambung’ memang sulit. Dan BC 1 adalah salah satu jawaban bagi saya. Tujuh minggu bahkan mengalahkan bertahun pengenalan. Sosok – sosok yang mampu membuat tawa tanpa henti itu meledak, hingga meledakkan yang lain. Ahaha, selalu membuat tersenyum ketika mengingat memoar indah kala itu.

Doodling, singing, taroting, ahayy menjadi ciri khas yang tak mungkin terlupakan. Aku di sini teman, bernasib baik lebih cepat dari kalian, meski bukan berarti  lebih baik daripada kalian. Aku di sini.. menunggu kabar baikmu, selalu menanti yang terbaik segera, dan tak pernah lupa berdoa untukmu yang terhebat.

Salam rindu untukmu,
- yang ternakal -

BC1 on the last day..

Ditulis dalam Hari-Hari, Soul | Bertanda: , | 4 Komentar »

Garuda di Dadaku

Posted by pipiew pada Desember 29, 2010

Semakin Memerah..

Merah ini terasa berbeda kini, jauh mengharu biru ketika kita menyadari kuatnya kecintaan terhadap negeri sendiri. Disini, di negeri asing, semangat itu tidak pudar, bahkan tidak kalah membuncah daripada para live supporters di stadion proklamator bersejarah.

Indonesia siap berjuang! merahku membara, sekali lagi..menyulut semangat perjuangan yang tertimbun jauh di bawah nafas idealisme. Terimakasih, membuat kami bersyukur menjadi bagian dari ‘besar’nya bangsa ini. Terimakasih, membuat kami bersatu padu mendukung kebangkitan anak muda negeri ini. Terimakasih, membuat kami menyadari bahwa harapan masih terbentang luas di depan sana.

Indonesia boleh tidak dikenal masyarakat dunia, tetapi nyawamu tetap berkibar di hati setiap punggawa yang lahir di atas tanahmu. Garuda mengepak tinggi di atas aura persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air. Kegagahanmu menyita simpati seluruh ornamen negeri tercinta. Indonesia kembali bangkit.. Nasionalisme kembali menyala di tengah teriakan “Garuda di Dadaku!”

Selamat berjuang pahlawan! dimana pun dan sebagai apa pun anda, di dunia olahraga maupun scientific, di negeri sendiri maupun di tanah asing. Dan kita pun tetap meng-Indonesia..

Garuda di Dadaku (source : www.onlinepersada.com)

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Eid Mubarak di Negeri Ratu Elizabeth

Posted by pipiew pada November 18, 2010

Perayaan Dalam Keberagaman

Manchester, United Kingdom – Hari Raya Idul Qurban dirayakan oleh seluruh umat Islam sedunia, dengan ajaran dan kewajiban yang persis sama, dari sholat eid berjamaah hingga berkurban untuk yang memerlukan. Yang membuatnya berbeda adalah cara dan ritual perayaan di setiap negara. Sebagaimana hukum mayoritas – minoritas yang secara alami berlaku di tempat manapun di seluruh bagian di dunia ini, suasana berlebaran terasa demikian berbeda di negeri yang lebih dari dua pertiga penduduknya menganut paham trinitas. Segala sesuatunya tampak seperti biasa, jalanan dipenuhi lalu lalang para mahasiswa dan karyawan, perkuliahan dah hari kerja tidak mendapat kompensasi Idul Adha, bahkan mungkin sebagian besar manusianya tidak menyadari kehadiran salah satu hari besar umat muslim. Semua terasa begitu wajar bagi para mayoritas, tetapi tidak untuk kaum yang merayakannya, terutama yang berasal dari negara dimana Idul Adha menjadi sebuah momen penting kebersamaan dan berbagi.

Meskipun jumlah penduduk muslim di Greater Manchester adalah yang terbesar di antara kota – kota lain di United Kingdom, ditambah perpaduan etnik yang beragam, tidak lalu menjadikan kota Manchester terasa benar – benar berlebaran, kecuali di mesjid atau wilayah tertentu yang mayoritas dihuni penduduk muslim. Di Inggris, Eid Adh jatuh pada tanggal 16 November 2010, beberapa jam sebelum jemaah haji melaksanakan sholat Eid di Mekkah. Tidak terdengar adanya perbedaan pendapat mengenai penetapan 10 Dzulhijjah 1431 sebagaimana yang sering terjadi di Indonesia.

Sholat Eid dimulai pukul 08.15 waktu setempat. Beberapa mesjid dan prayer hall menyelenggarakan sholat eid berjamaah. Jemaahnya jelas berasal dari berbagai negara, dari Syria hingga Nigeria, juga Pakistan dan Oman, Saudi Arabia serta Malaysia, semua menunaikan cara menyembah Tuhan yang sama, doa yang sama, ruku’ dan sujud yang sama. Sungguh indah melihat cara Allah menyatukan seluruh keberagaman. Subhanallah. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari, Soul, Unforgetable Moment | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

7 weeks in IALF

Posted by pipiew pada Agustus 4, 2010

It is undeniable that there are so many heritage building in my country. Why? Because we come from different cities, such as Ternate, Ambon, Surabaya, Bandung, Jakarta, Samarinda and Pontianak. However, our diversity is the biggest wealth that we have.

Actually, it does not matter if (not “ip“) we were born in different range of age, from the youngest to the oldest. In addition, it is such a lucky chance for being a part of BC-1, i believe it was our destiny to find out who we really are. For example, the most silent student not always cannot produce a joke, in the last week he made jokes almost every time. It was a better improvement of our class, not only ielts score. Our ielts progress was very fluctuative. On the other hand, our trend for being crazy increased dramatically.

Nowadays, it is difficult to find the craziest class like BC-1 class. We are not only the funniest class, but also the highest class in category of disturbing people around us (with our noise.. OMG, we are sorry). In conclusion, no one knows what will be happen with BC-1 if tomorrow never comes. For better or worse, we are BC-1.

*)dikutip dari kebiasaan / keunikan / trademark BC-1'ers dan beberapa "wise words" dari the Book of Remember.

Ga nyampe 150 words si, tapi cukup mewakili profil beberapa teman di 7-week British Council course, heu.. what an incredible experience! Hm, awalnya kegiatan belajar terasa membosankan, mungkin karena telah terbiasa dengan rutinitas kantor (kalau saya sih jujurnya merasa bosan karena nilai yang tak kunjung membaik, he). Hampir setiap hari, kecuali weekend, kami dicekoki dengan PR writing, latihan reading dan listening, serta tak ketinggalan cuap – cuap 2 menit in English. Nilai – nilai yang sedemikian fluktuatif menambah beban pikiran, alhasil beberapa kandidat sempat mengalami gangguan kesehatan. Namun obsesi untuk meraih cita – cita jenjang pendidikan yang lebih tinggi membuat segala rintangan dan hambatan harus dapat terlewati. (cieh..)

Sedikit mengecewakan karena tidak semua dari peserta akan berangkat, hanya 20 dari 40 kandidat terpilih yang akan mendapatkan kesempatan meraih gelar Master di negeri dimana Ratu Elizabeth diagungkan. Siapapun yang terpilih, pasti akan selalu ada hikmah terbaik bagi ke-40 dari kami. Paling tidak, selama 48 hari kami menemukan sahabat dan pengajar terbaik. Ah, miss you guys..

Rutinitas melelahkan dari pagi hingga sore hari agaknya terasa terlalu membosankan hingga di pertengahan rentang waktu kami belajar. Untungnya kebosanan tidak lalu menjadikan kami berada di titik stagnasi, kreativitas justru tumbuh subur di saat – saat seperti ini, kreativitas membuat lelucon maksudnya, hehehe.. Entah kenapa, semakin berada di penghujung, suasana kelas justru semakin terasa sayang untuk ditinggalkan. “Kalian lucunya kok nggak dari dulu siih?” ujar Mbak Desi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hari-Hari, Soul | Bertanda: , , , , , | 14 Komentar »

Trip to Sabah (part 1)

Posted by pipiew pada April 26, 2010

Tantangan untuk sebuah Pekerjaan

Lemas, Penat, Terbebani. Masih teringat perasaan complicated menjelang keberangkatan-ke-luar-negeri pertamaku. Waktu itu lebih baik didera tumpukan tugas rutin harian daripada harus mengemban tugas melaksanakan misi di negeri orang. Materiku belum siap! argh, tidak ada waktu untuk berpikir dan membenahinya.

Waktu hanya bisa berjalan, tanpa bisa mengelak dari sekian masalah yang terlihat semakin lama semakin membesar. Mentalku tidak disiapkan untuk menerima berbagai tekanan dan beban pikiran ketika kondisi kesehatan berada pada titik terburuk. Tetapi harus tetap dihadapi, apapun yang terjadi, seperti sudah menjadi harga mati buatku.

Mendekati hari H mentalku tidak kunjung membaik. Butuh beberapa support dan arahan. Entahlah, seperti benar – benar menjadi hari – hari terburukku, meskipun selalu ada keyakinan bahwa saya akan mampu melewatinya, dengan dukungan orang – orang terbaik di sekeliling. Saya depresi, rasanya selalu ingin menangis, dan saya benar – benar menangis.

Untungnya H-1 adalah hari terbaik di antara seminggu-terburuk-ku, semua orang membantuku. Subhanallah, terimakasih temans. Cukuplah bekalku untuk menghadapi seminggu berikutnya.

Hari Keberangkatan

Pagi terasa bangun lebih awal daripada subuh. Tidur-dua-jam-tanpa-nyenyak lumayan memberatkan dua kali lipat setiap bagian tubuh. Bukan karena mengerjakan sesuatu, tetapi dua jam sebelumnya pikiran dan perasaan ini belum sanggup menyerah kepada lelap. Tuntutan tugas dan tanggung jawab menyegerakan sel – sel tubuh untuk mempercepat waktu regenerasinya. Packaging barang – barang pribadi belum dilakukan, harus beres sebelum jemputan tiba.

Terbiasa berkemas dikejar waktu ternyata mampu mempertahankan ingatan akan benda – benda yang wajib dibawa setiap kali keluar kota, meskipun selalu saja akan ada yang tertinggal. Hm, sejujurnya perjalanan kali ini membuat diri sedikit nervous. Walaupun tidak lebih jauh dari perjalanan terjauh yang pernah ditempuh, namun status melintasi batas negara menjadi fakta penting yang sulit untuk tidak dipertimbangkan. Segala sesuatunya terlihat kabur. Ini pertama kalinya meninggalkan negara tercinta, meskipun hanya untuk beberapa hari.

Rush hitam tiba, acara berpamitan pun dilangsungkan secepat kilat. Aku pergi ibu, dan aku butuh dukungan. Satu tas jinjing berisi pakaian, satu tas selempang berisi dua laptop, satu tas ransel berisi perlengkapan-wajib-bawa, dan dua kotak dus berisi speaker dan monitor layar sentuh menjadi tanggung jawab pengawasan saya hingga pulang nanti. Untungnya ketiga barang selain tas laptop dan ransel layak dititipkan di bagasi pesawat nanti.

Lima dari sebelas anggota rombongan sudah menunggu di tempat berkumpul untuk siap menuju bandara, tempat akhir bertemunya keseluruhan anggota rombongan. Hm, kami menunggu di gedung VIP, juga untuk pertama kalinya bagi saya, maklum beberapa anggota rombongan adalah orang penting di jajaran eksekutif dan legislatif daerah. Seperti biasa, maskapai penerbangan yang akan membawa kami terbang ke Malaysia mengalami keterlambatan, tidak lama, sekitar satu hingga dua jam penantian. Eh iya, tidak seperti kebanyakan penumpang ke luar negeri lainnya, lagi-lagi karena kondisi spesial berpergian bersama orang penting, maka urusan boarding dan tetek bengek keimigrasian sudah didelegasikan kepada orang lain. Dan hasilnya, paspor saya mendapatkan cap keimigrasian yang pertama, yuhuuu…party2! *lho?!*

Melintasi Batas Negara

Penerbangan tidak-sampai-satu-jam-melintasi-batas-negara terasa sama saja dengan penerbangan satu-jam-lima-belas-menit-ke-Jakarta. Yang terlihat berbeda adalah kondisi bandara internasional Malaysia di Kuching. Sambil berjalan menuju counter imigrasyen, mata saya tertuju pada plang-plang informasi penunjuk arah, takjub pada susunan kosakatanya. Ketibaan, Perkhidmatan Bagasi, Perlepasan, dan beberapa istilah “asing” di telinga saya.

Balai Berlepas

Bandara International Kuching

Usai membereskan para bagasi yang paling tidak harus diangkut dengan minimal 4 troli penuh, kami masih sedikit harus berurusan dengan petugas imigrasi yang mengkhawatirkan konten barang bawaan kami. Karena memang pada dasarnya tidak bermaksud merugikan, kami akhirnya diperbolehkan melewati pos penjagaan tersebut, dan menuju ke pintu keluar. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , , | 6 Komentar »

Meninggalkan dan Ditinggalkan

Posted by pipiew pada Maret 24, 2010

Segalanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah
Telah menjadi ketentuan mutlak bahwa setiap makhluk hidup di muka bumi ini pada akhirnya akan kembali kepada Yang Maha Menciptakan. Sebuah fakta tak terbantahkan yang lebih mudah diucapkan dan dituliskan ketimbang dirasakan ketika harus dijalani.

Siap maupun tidak siap, ikhlas ataupun kurang rela, seseorang yang sejatinya adalah orang terbaik disisi kita suatu saat pasti akan pergi meninggalkan kita. Atau, jika boleh egois, lebih baik kita yang meninggalkan mereka, karena perasaan meninggalkan terasa lebih ringan daripada ditinggalkan, meskipun keduanya sama-sama menggoreskan duka nan penuh lara.

Bicara tentang kematian, Sesungguhnya Sang Maha Pemberi Kehidupan selalu memberikan yang terbaik bagi umat-Nya, meski belum tentu terasa baik menurut umat itu sendiri. Tahukah dhek, seseorang yang telah “dijemput” sesungguhnya berarti kebahagiaan baginya karena menjadi selangkah lebih dekat dengan Rabb? Sosok Esa yang begitu dirindukan oleh berjuta – juta umat manusia. Sekali lagi Allah Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya. Seseorang tersebut dicabut kesakitan dan kesengsaraannya di dunia, dan diberi kelapangan di tempat terbaik disisi Ilahi Rabbi. Kebahagiaannya sesungguhnya juga merupakan kebahagiaan bagi kita ya kan?

Mari kita telaah diri kita yang ditinggalkan. Ketika kita tahu bahwa beliau yang meninggalkan kita sesungguhnya lebih bahagia di alam sana, maka apa yang membuat diri kita lantas bersedih hati? Semua kenangan indah akan adanya beliau, akan kasih sayang dan perhatian yang selalu beliau curahkan, akan sosok beliau yang selalu menenangkan tiba – tiba menyeruak ke permukaan. Takut akan kehilangan kesemua kesenangan dan ketentraman tersebut. Sungguh perasaan yang lebih dari sekedar wajar sayang, menangislah..

Namun ada suatu hal yang terpenting dari kesemua perasaan kehilangan tersebut. Kenangan akan kebaikan beliau mari kita jadikan landasan untuk mempersembahkan posisi terbaik beliau disisi Allah Ta’ala. Teruskan amal jariyah beliau, sesungguhnya pahala atas amal ibadah anak-anak yang sholeh/sholehah akan terus mengalir kepada kedua orang tuanya hingga akhirat nanti.

Dhek, yang terpenting bukanlah menjadi sholeh / sholehah untuk surga, tetapi menjadi seorang anak yang mampu menggugurkan dosa – dosa kedua orang tua. Subhanallah, alirkan terus doa – doamu sepanjang malam dhek, ringankan langkah kaki bapak menuju tempat terbaik, ikhlaskan kepergian beliau karena kehidupan setelah kematian berkali lipat lebih indah daripada dunia fana.

Teruntuk adhek – adhekku tersayang,
Turut berduka cita atas kepulangan bapak ke rakhmatullah, doa seluruh keluarga besar senantiasa menyertai. Semoga mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Sabar ya dhek, you must be strong! We’re here.. Salam sayang dan peluk cium dari keluarga di Pontianak.

*sebuah notes untuk adik2 sepupu di Yogya yang baru saja “ditinggalkan”*

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , , , | 12 Komentar »

Makna Hari Perulangan

Posted by pipiew pada Februari 22, 2010

Ketika bayi dulu kita belum mengerti apa itu perayaan ulang tahun, hanya orang – orang di sekitar yang terlihat 100 kali lebih bahagia daripada hari – hari lainnya. Mm, mungkin perayaan dimaksudkan sebagai momen perkembangan aktifitas si kecil yang semakin hari semakin pesat. Ketika berumur 8 tahun, kita merengek sendiri kepada orang tua untuk merayakan hari jadi dengan sejadi – jadinya. Makna ulang tahun masih berupa jumlah kado yang diterima dan ciuman sayang dari orang – orang terdekat. Beranjak remaja, ulang tahun masih merupakan momen hura – hura. Bertambah tahun sama dengan Bahagia. Namun ketika dewasa, menurut anda apakah arti pertambahan usia itu sebenarnya?

Beberapa pendapat mengatakan bahwa bertambahnya usia adalah berarti berkurangnya masa hidup di muka bumi. Ulang tahun sama dengan Mendekatkan diri pada kematian. Takut? Bukankan kematian juga berarti selangkah lebih dekat dengan pertemuan kepada Sang Khalik? Kematian yang Khusnul Khotimah tentu saja. Jika berarti demikian, lalu perbuatan apakah yang selayaknya kita lakukan dengan sisa umur di dunia? Introspeksi, Istighfar, Istiqomah.

Dari segi psikologi, bertambahnya usia adalah berarti pendewasaan pribadi. Pola pikir, sikap dan sifat yang harus dijaga mendominasi tingkat kebijaksanaan seseorang. Segala sesuatu yang pernah dilakukan orang tua, yang dulu kita anggap kolot, akhirnya menjadi jelas maksud dan tujuannya. Ada titik kedewasaan yang terkadang sulit dicerna oleh emosi kejiwaan, tetapi akan menjadi mungkin ketika dipadukan dengan akal pikiran.

Subhanallah, semoga mampu menjadi sebaik – baiknya manusia. Semoga mampu menjadi seorang “Sofiarti Dyah Anggunia” << akhirnya mengerti indahnya makna nama yang diberikan.

Ditulis dalam Soul | Bertanda: | 10 Komentar »

Tana Kayong

Posted by pipiew pada Januari 31, 2010

Meninggalkan setumpuk kebosanan yang berdesakan memenuhi lemari rutinitas, perjalananku dimulai..
Kapuas telah menanti di ujung daratan, memacu kedua roda penyambung nyawaku melaju di atas genangan hujan, menentang tetesan air langit yang tidak pun mereda. Diawali tantangan, terasa semakin menggelorakan emosi tegarku, kupikir. Pukul 17.04, Agba digiring naik menuju tidur malamnya di atap kelotok, ah sepeda motorku, untuk pertama kalinya akan menginjakkan roda di tana kayong. Sepanjang malam angin bukan berdesir sekenanya, melainkan dengan kencang mengibarkan apa saja yang terbentang. Hari hujan. Langit malam berornamen petir, bukan bintang. Namun Kapuas tetap tenang. Tidurku lelap.

Kapuas

Kapuas

Subuh belum terasa dingin ketika terjaga di bawah helaian kain yang menghangatkan, sahabatku merelakan selimutnya untukku. Kapal berlabuh, saatnya melanjutkan perjalanan. Tiga jam menuju tanah tujuan. Hujan kemarin ternyata tidak hanya membasahi tempatku memulai perjalanan, tetapi juga mendekati akhir tujuan persinggahanku. Tanah merah bercampur genangan air sedikit menyulitkan kontrol kendaraku di fajar yang belum merona. Ketika kulalui jalan licin terakhir, ketika itu pula hamparan keindahan alam menyambutku. Persawahan berlatar belakang bukit berumput selalu sangat mengagumkan. Ditambah nuansa awan yang masih menggantung di kaki-kakinya. Subhanallah.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , , , , | 10 Komentar »

Jualan

Posted by pipiew pada September 2, 2009

Gengsi, hal pertama yang saya pikirkan ketika harus “menjual”, apapun itu. MLM, distributor sepatu, asuransi, pernah dicicipi sedikit. Kebanyakan langsung kendor dan lebih sering menanggung malu. Yang jelas, semakin sering dijalani justru semakin kuat dugaan fakta bahwa saya sama sekali tidak mempunyai bakat berjualan.

Bukannya tidak iri melihat kawan-kawan yang sukses meniti karir dengan berjualan, bahkan dengan produk yang tidak terlalu menjunjung tinggi keunikan dan kualitas produksi. Secara pribadi memang saya lebih cenderung senang dengan pekerjaan individualistik, belajar dan mengajar, atau berkutat meneliti dan menganalisis suatu hal. Women behind the screen, bukan berhadapan langsung dengan customer apalagi promosi.

Well, keterjebakan saya di dunia perkantoran ternyata tidak lalu membuat saya terlalu mencintai pekerjaan, saya mulai suka tetapi akan selalu ada titik jenuh di atas semua rutinitas yang datar – datar saja. Kemudian di tengah kesibukan yang tidak saya tinggalkan, muncullah ide berjualan hasil produksi keluarga sendiri. Sudah lama merasakan potensi pemasaran kue yang diproduksi oleh saudara sekandung, dan saya pikir sekaranglah saatnya. Ide dasar memutuskan diri sebagai tim marketing adalah bahwa perlu adanya suatu pengelolaan dalam rangka meningkatkan taraf hidup melalui industri rumah tangga, bahwa sebuah kreativitas akan terwujud menjadi hal yang bermanfaat dan saling menguntungkan ketika dikenal dan dirasakan manfaatnya. Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk memacu usaha mandiri?

Hal pertama yang saya analisis adalah berkaitan dengan moment. Bahwa di tengah hiruk pikuk ramadhan, budaya mempersiapkan sajian untuk hari raya masih menjadi prioritas dalam lingkup muamalah. Kedua, kemampuan. Ketiga, publikasi.`Produk terbaik tidak lantas dikenal tanpa usaha mengenalkan keunggulannya. Dan yang terakhir tentu saja pelayanan.

Kemiskinan pengalaman saya di bidang marketing saya siasati dengan merekrut orang lain sebagai penyebar leaflet dan sampel produk. Yang jelas, leaflet produk saya buat sedemikian menarik dan berusaha terlihat profesional (meskipun dengan kemampuan fotografi dan photoshop yang minim). Alhamdulillah, dua hari pertama sudah mendapatkan 18 pesanan! Sebuah kegembiraan yang luar biasa.

Ini adalah sebuah awal, yang bukan tidak mungkin akan berkembang. Ketika menjadi lebih besar, semoga menjadi sebuah langkah yang tepat untuk meningkatkan taraf hidup orang yang lebih banyak.

Ternyata, meniatkan suatu pekerjaan atas dasar meringankan sesama lebih terasa nikmat ketimbang karena keuntungan semata. Saya Alhamdulillah merasa cukup dengan rezeki materi bulanan selevel PNS. Tetapi orang lain yang tidak pun bekerja, masih menggantungkan status kepegawaian yang tidak kunjung jelas, padahal mereka adalah orang – orang dengan bakat kreativitas yang luar biasa. Subhanallah.. menyebarkan leaflet dan berpromosi saja menuntut kemampuan yang hebat, saya belum tentu bisa. Sebuah THR mulai saya siapkan, tidak peduli berapa banyak jumlah pesanan yang akan diterima, belum dihitung berapa keuntungan bersih yang berhasil terkumpul, setidaknya ada alasan untuk membantu tanpa terlihat memberikannya dengan cuma – cuma, karena seseorang akan lebih merasa dihargai karena apa yang diusahakannya, bukan karena nasibnya.

Ditulis dalam Soul | Bertanda: | 7 Komentar »

Ketika Tidak Harus Memiliki

Posted by pipiew pada Maret 24, 2009

Dulu, ungkapan ini selalu saya anggap sebagai “Ungkapan Munafik”. Bohong kalau Cinta tidak ingin memiliki, munafik rasanya jika cinta tidak menimbulkan ego untuk saling memiliki. Terlepas dari faktor sosial dan agama, cinta selalu mempunyai keinginan untuk memiliki.

Dulu, saya pikir, cinta adalah sesuatu yang patut diperjuangkan. Cinta adalah bagian terpenting dalam hidup manusia. Tentu saja yang dimaksud disini adalah cinta antara seorang pria dan waria, eh wanita.

Namun sekarang, saya mulai mengerti arti ungkapan tersebut. Bahwa cinta tidak harus selalu memiliki adalah suatu hal yang nyata, benar adanya, bahkan ketika kedua belah pihak benar-benar merasa saling mencintai.

Humm..pasti anda lalu bertanya-tanya kan, ada apa nih dengan Fifi? sedang putus cinta ya? sedang meratapi kisah cinta yang tidak berakhir bahagia ya?? heheu.. tidak..tidak..tepatnya, saat ini bukan hal tersebut yang saya rasakan, setidaknya bukan pada saat tulisan ini dibuat. Seringkali ide tulisan muncul karna memoar yang tiba-tiba merebak, atau dari hasil menelaah peristiwa – peristiwa yang terjadi di sekitar, bahkan mungkin mendeskripsikan pengalaman orang lain. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Soul | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.