PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Arsip untuk Agustus, 2011

18 hours fasting feat writing dissertation

Posted by pipiew pada Agustus 8, 2011

Menjalani puasa Ramadhan di Eropa mempunyai tantangan tersendiri. Kalau di Indonesia umumnya kita berpuasa sekitar 13.5 jam, katakanlah sejak pukul 04.34 hingga 17.57. Dan 15 hingga 16 jam di Mesir. Maka di Manchester, puasa Ramadhan kali ini diawali dengan hampir 18 jam menahan lapar, dari imsak pukul 3:16 hingga berbuka pada pukul 21.06.

Rentang waktu puasa ini lebih lama dari tahun sebelumnya, mengingat puncak summer atau musim panas baru saja berlalu. Kabar menggembirakannya adalah rentang waktu ini akan semakin memendek hingga akhir bulan Ramadhan nanti. Diperkirakan akan menjadi 2 jam lebih pendek atau sekitar 16 jam puasa.

Meski demikian, Alhamdulillah, cuaca Eropa yang cenderung dingin, berkisar antara 11 hingga 23 derajat celcius, membuat 18 jam tersebut tidaklah terlalu berasa berat. Berbeda dengan 40 atau 50 derajat celcius di Kairo. Atau suhu kota Pontianak yang berkisar antara 23 hingga 33 derajat celcius.

Niat ikhlas adalah kunci utama menjalani shaum kali ini. Kami diharuskan beradaptasi dengan pola makan yang tak biasa, serta mengatur jarak waktu antara makan malam dan sahur agar metabolisme tubuh tidak terganggu. Belum lagi soal selera makanan yang juga harus diatur sendiri. Tidak ada nasi padang atau warung tegal di pinggir jalan. Alhasil, kreativitas Mancunian (sebutan untuk anak Manchie) menjadi terpicu, terutama dalam hal masak – memasak.

Tantangan Mancunian belum usai. Kami masih harus berkutat dengan tugas akhir perkuliahan. Mahasiswa – mahasiswi PhD sedang dalam tahap review tahun pertama yang menentukan kelangsungan studi mereka ke tahun berikutnya. Tidak berbeda dengan mahasiswa Master yang berada pada masa genting penulisan disertasi (istilah umum di UK untuk tugas akhir mahasiswa S2 adalah disertasi, sedangkan S3 adalah thesis).

Pengumpulan tugas akhir yang sebagian besar dilaksanakan pada awal September membuat kami sedikit pontang – panting. Sementara sang Profesor berlibur musim panas, maka kami disibukkan dengan pengumpulan data. Tidak ada jeda waktu untuk liburan, kecuali memberanikan diri untuk ‘berlari’ sebentar dari kejenuhan menulis disertasi.

Namun, Ramadhan selalu membawa berkah. Dua belas ribu kata yang minimum harus kami tulis sedikit demi sedikit mulai terangkai. Studi literatur dan penjelasan analitik mulai berjalan ke arah yang benar. InsyaAllah, di Syawal nanti, kami akan merayakan dua kemenangan sekaligus. Menang atas godaan menahan nafsu selama sebulan, dan menang atas setahun penuh perjuangan di Universitas Manchester.

Ditulis dalam Hari-Hari | 8 Komentar »

Memburu Nuansa Ramadhan

Posted by pipiew pada Agustus 6, 2011

Manchester (1/8) – Satu Ramadhan 1432 bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 2011, tidak berbeda dengan penetapan Ramadhan di tanah air. Yang berbeda hanyalah suasana dalam menyambut puasa di kota Manchester.

Tidak seperti di tanah air, kota berpenduduk 392.819 jiwa ini terlihat ‘tak ada bedanya’ dengan hari – hari biasa. Tidak ada keramaian tak wajar di pusat kota, tidak ada nyanyian – nyanyian penyejuk kalbu dari masjid – masjid terdekat, apalagi pasar tumpah yang layaknya mulai membanjiri tempat – tempat strategis seperti di tanah air.

Kondisi demikian wajar adanya mengingat populasi umat muslim di kota ini hanya mencapai 9.1% dari jumlah total penduduk. Di sini, pusat kota baru akan sangat ramai ketika menjelang Boxing Day(1) atau Summer Sale(2). Alih – alih nasyid dan sholawat, dentangan lonceng gereja menandai setiap pergantian jam. Pasar tumpah baru akan ramai kembali ketika Natal tiba.

Budaya dan mayoritas, dua hal yang menentukan kebiasaan dan cara – cara unik dalam memperingati hari spesial di setiap bangsa. Mengingat hal ini, salah satu cara untuk mengobati kerinduan adalah memburu suasana di mana kaum minoritas berada.

Beruntung, letak perkampungan muslim tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Cukup berjalan kaki sekitar 10 menit, masjid yang cukup besar sudah dapat dijumpai. Paling tidak, sholat taraweeh akan diselenggarakan di Masjid Jamia ini. Menjadi penting, karena tidak semua masjid menyelenggarakan taraweeh dan ta’jil bersama, misalnya McDoughall Prayer Room atau masjid selatan milik kampus yang mengalihkan jemaahnya ke Masjid Central Manchester.

Sehari menjelang Ramadhan, masjid Jamia, atau juga dikenal dengan Victoria Park Mosque, terlihat mulai berbenah. Beberapa anak muda mengecat pagar masjid. Seorang pengurus masjid juga membersihkan dinding dan kasa – kasa di bangunan berusia 40 tahun ini.

Mengintip ruangan di dalamnya, Masjid Jamia memang tidak semegah Masjid Raya Mujahidin di Pontianak, tidak pula seunik masjid Jihad di Jalan Johan Idrus. Masjid ini tampak biasa, sebagaimana bangunan kotak berbata ala Inggris. Namun kubah berlambang bulan dan bintang-nya mampu menenangkan ummat muslim di sekitarnya.

Tidak kurang dari 7 menit berjalan kaki dari Masjid Jamia, terdapat toko bahan makanan muslim. Dikelola oleh pemilik dari wilayah Asia Selatan, toko berlabel Worldwide ini menyediakan aneka sayuran Asia, daging halal, beras hingga bumbu instan. Cukup menyenangkan, karena di sini mudah untuk mendapatkan sayur pare / pariak, bawang merah (atau disebut Indian Onion), pepaya mengkal, dan berbagai jenis bahan makanan ala Asia. Harga yang ditawarkan pun terhitung lebih murah daripada supermarket lainnya.

Menjelang puasa, Worldwide dipenuhi pembeli. Antrian counter daging mengular hingga ke pintu masuk. Sayur dan buah – buahan juga diserbu pada pembeli. Pos kasir juga dibuka di semua line. Ah, seperti sedang berada di tanah air.

Ya, meskipun minor, nuansa Ramadhan itu masih terasa sedikit di sini, mengobati kerinduan akan kekhuyukan berpuasa di tanah air.

(1) Boxing day adalah hari dimana hampir semua pusat perbelanjaan memberikan diskon besar – besaran, diselenggarakan setiap tanggal 26 Desember.

(2) Summer Sale adalah periode diskon pada musim panas.

Ditulis dalam Hari-Hari | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.