PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Silent Day in Manchester

Posted by pipiew pada Desember 27, 2010

Dinginnya cuaca Desember tidak menyurutkan semangat Natal penduduk Manchester. Suhu yang kini hampir tidak pernah beranjak dari titik di bawah nol derajat bukan menjadi kendala untuk merayakan Natal di tengah keluarga. Salju bahkan ditunggu demi menambah kekhusyukan “White Christmas”.

Sebagaimana tradisi Lebaran di Indonesia, Natal di Britania Raya pun mengenal istilah mudik. Liburan panjang di sebagian besar institusi pendidikan dan perkantoran memudahkan para pendatang kembali ke kampung halaman masing – masing. Bandara dan pusat transportasi antar negara dipenuhi pemudik yang hendak pulang ke negara asalnya. Sayangnya cuaca kurang bersahabat tepat di minggu terakhir sebelum Natal.
Salju lebat turun hampir di seluruh bagian Inggris, menyebabkan kabut tebal dan tumpukan salju yang menghambat transportasi darat maupun udara. Bandara ditutup, sehingga para pemudik beralih ke jalur darat, berharap mendapatkan tawaran layanan transportasi yang lebih lancar. Penumpang kereta api antar negara pun mendadak membludak. Antrian tiket memanjang hingga puluhan meter di luar gedung stasiun yang megah. Mereka mencoba bertahan di tengah dingin yang menusuk, demi merayakan Hari Besar bersama orang – orang terdekat.

Perayaan Natal di tengah masyarakat modern Inggris bukan lagi menjadi bagian sakral dari sebuah rutinitas keagamaan, melainkan sudah dianggap sebagai perayaan global bagi semua komunitas. Gereja dan Katedral tidak lantas menjadi penuh dengan orang – orang yang dengan khidmat berdoa, tetapi hampir mirip seperti kebaktian biasa yang lebih banyak dihadiri generasi lanjut usia.

Meski demikian, Natal tetap menjadi Hari Besar bagi masyarakat Eropa kebanyakan. Semua toko, perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan transportasi publik tidak beroperasi pada hari H. Kota lantas terlihat seperti kota mati, tidak ada aktifitas sama sekali. Jalanan lengang, pusat kota yang tidak pernah sepi di akhir pekan kini mendadak sunyi. Semua pekerja beristirahat, kecuali karyawan hotel yang tentu saja dibayar dengan gaji ‘khusus’ di hari Natal.

the Wheel of Manchester yang mendadak menjadi sepi..

14 Tanggapan to “Silent Day in Manchester”

  1. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

  2. obat kuat berkata

    Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

  3. obat kuat seks berkata

    Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

  4. obat kuat sex berkata

    Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

  5. agen foredi berkata

    Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

  6. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

  7. foredi aceh berkata

    Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

  8. Tips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

  9. foredi bali berkata

    Artikel yang sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba. semoga berhasil

  10. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

  11. foredi bandung berkata

    Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

  12. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

  13. foredi batam berkata

    Artikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses

  14. foredi bekasi berkata

    Saya senang setelah membaca Tips dan Artikelnya, harus dicoba.Semoga berhasil

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.