PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Arsip untuk Desember, 2010

Garuda di Dadaku

Posted by pipiew pada Desember 29, 2010

Semakin Memerah..

Merah ini terasa berbeda kini, jauh mengharu biru ketika kita menyadari kuatnya kecintaan terhadap negeri sendiri. Disini, di negeri asing, semangat itu tidak pudar, bahkan tidak kalah membuncah daripada para live supporters di stadion proklamator bersejarah.

Indonesia siap berjuang! merahku membara, sekali lagi..menyulut semangat perjuangan yang tertimbun jauh di bawah nafas idealisme. Terimakasih, membuat kami bersyukur menjadi bagian dari ‘besar’nya bangsa ini. Terimakasih, membuat kami bersatu padu mendukung kebangkitan anak muda negeri ini. Terimakasih, membuat kami menyadari bahwa harapan masih terbentang luas di depan sana.

Indonesia boleh tidak dikenal masyarakat dunia, tetapi nyawamu tetap berkibar di hati setiap punggawa yang lahir di atas tanahmu. Garuda mengepak tinggi di atas aura persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air. Kegagahanmu menyita simpati seluruh ornamen negeri tercinta. Indonesia kembali bangkit.. Nasionalisme kembali menyala di tengah teriakan “Garuda di Dadaku!”

Selamat berjuang pahlawan! dimana pun dan sebagai apa pun anda, di dunia olahraga maupun scientific, di negeri sendiri maupun di tanah asing. Dan kita pun tetap meng-Indonesia..

Garuda di Dadaku (source : www.onlinepersada.com)

Ditulis dalam Soul | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Silent Day in Manchester

Posted by pipiew pada Desember 27, 2010

Dinginnya cuaca Desember tidak menyurutkan semangat Natal penduduk Manchester. Suhu yang kini hampir tidak pernah beranjak dari titik di bawah nol derajat bukan menjadi kendala untuk merayakan Natal di tengah keluarga. Salju bahkan ditunggu demi menambah kekhusyukan “White Christmas”.

Sebagaimana tradisi Lebaran di Indonesia, Natal di Britania Raya pun mengenal istilah mudik. Liburan panjang di sebagian besar institusi pendidikan dan perkantoran memudahkan para pendatang kembali ke kampung halaman masing – masing. Bandara dan pusat transportasi antar negara dipenuhi pemudik yang hendak pulang ke negara asalnya. Sayangnya cuaca kurang bersahabat tepat di minggu terakhir sebelum Natal.
Salju lebat turun hampir di seluruh bagian Inggris, menyebabkan kabut tebal dan tumpukan salju yang menghambat transportasi darat maupun udara. Bandara ditutup, sehingga para pemudik beralih ke jalur darat, berharap mendapatkan tawaran layanan transportasi yang lebih lancar. Penumpang kereta api antar negara pun mendadak membludak. Antrian tiket memanjang hingga puluhan meter di luar gedung stasiun yang megah. Mereka mencoba bertahan di tengah dingin yang menusuk, demi merayakan Hari Besar bersama orang – orang terdekat.

Perayaan Natal di tengah masyarakat modern Inggris bukan lagi menjadi bagian sakral dari sebuah rutinitas keagamaan, melainkan sudah dianggap sebagai perayaan global bagi semua komunitas. Gereja dan Katedral tidak lantas menjadi penuh dengan orang – orang yang dengan khidmat berdoa, tetapi hampir mirip seperti kebaktian biasa yang lebih banyak dihadiri generasi lanjut usia.

Meski demikian, Natal tetap menjadi Hari Besar bagi masyarakat Eropa kebanyakan. Semua toko, perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan transportasi publik tidak beroperasi pada hari H. Kota lantas terlihat seperti kota mati, tidak ada aktifitas sama sekali. Jalanan lengang, pusat kota yang tidak pernah sepi di akhir pekan kini mendadak sunyi. Semua pekerja beristirahat, kecuali karyawan hotel yang tentu saja dibayar dengan gaji ‘khusus’ di hari Natal.

the Wheel of Manchester yang mendadak menjadi sepi..

Ditulis dalam Hari-Hari | 14 Komentar »

Masih Bermimpi..

Posted by pipiew pada Desember 12, 2010

Berada di salah satu bagian dari Eropa. Sampai hari ini masih saja terasa seperti mimpi. Aku dsini, menginjak daratan empat musim, berada di belahan bumi yang lain, berjarak 7 jam x 15 derajat garis longitudinal dari tanah kelahiran, berbahasa asing dengan berbagai dialek yang sulit dimengerti. Ah, sulit dibayangkan, meskipun bukan lagi menjadi bayangan.

Tiga bulan, bukan waktu yang cukup untuk beradaptasi. Toh tubuh ini masih saja kedinginan di suhu 8 derajat celcius. Lidah ini masih keseleo melafalkan ejaan English. Telinga ini masih belum bersahabat dengan aksen British. Kening ini masih juga berkerut mencoba mengerti maksud kalimat yang dilontarkan lawan bicara. Inggris, negeri impian sekaligus negeri derita.

Hal yang paling mengagetkan adalah proses akhir dari sebuah pencarian ilmu dalam satu subjek mata kuliah. Tadinya diri ini seakan rindu merasakan aktifitas menjadi seorang mahasiswi. Tapi apa daya, menjadi mahasiswi di negeri ini tidak semudah yang dibayangkan. Menulis essay tidak selancar mengupdate status facebook. Mencari data tidak segampang menemukan serial film favorit di youtube. Menganalisis teori tidak semudah membanding – bandingkan harga di situs eBay. Tantangan baru saja dimulai.

Namun semua tantangan dan kesulitan terasa sebanding dengan keelokan negeri ini yang luar biasa menakjubkan. Bukan berarti melebihi keindahan alam di negeri sendiri. Yang membuatnya begitu istimewa adalah sensasi “seperti di tivi-tivi” yang dirasakan. Ketika kecil dulu kita hanya menyaksikan kisah Alice in Wonderland atau the Wizard of Oz yang melegenda. Membayangkan alam yang melatar-belakangi scene-nya. Mengira – ngira kerindangan hutan pinus ala Eropa pada kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Memimpikan untuk menyentuh salju yang dirasakan Gadis Penjual Korek Api. Dan sekarang, tiba -tiba impian itu ada di depan mata. Menyentuh salju dan…

Ditulis dalam Hari-Hari | Bertanda: , , , | 10 Komentar »

Christmas Markets

Posted by pipiew pada Desember 11, 2010

Pasar Tradisional Menjelang Natal

Sejak satu setengah bulan sebelum perayaan Natal yang sesungguhnya tiba, suasana di negeri berpenduduk mayoritas Kristiani ini terlihat gemerlap oleh pernak pernik khas Natal. Pohon cemara asli maupun tiruan lengkap dengan aksesorisnya dapat ditemukan hampir di seluruh sudut kota. Lampu warna – warni bergambar pohon natal beserta mistletoe-nya menghiasi setiap tepian jalan. Beraneka hiasan natal menyemarakkan toko – toko dan berbagai tempat umum. Mengingatkan khalayak bahwa Natal sudah di depan mata.

Salah satu keunikan dari perayaan Natal di Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya adalah penyelenggaraan Christmas Market, atau Pasar Natal. Pada umumnya Christmas Market mulai dibuka sejak 4 minggu sebelum Natal. Biasanya pasar ini terletak di alun – alun kota atau berdekatan dengan area pejalan kaki di pusat kota.

Sejarah Pasar Natal berawal di Jerman pada akhir abad pertengahan. Dresden Christmas Market adalah pasar natal tertua yang pertama diadakan pada tahun 1434. Mirip dengan bazar atau pameran yang sering diadakan di Indonesia menjelang hari – hari besar nasional, produk yang dijual di Christmas Market pun beragam, yaitu berupa makanan, minuman, tanaman, pakaian dan cindera mata khas negara – negara Eropa.

Lots of Chocolates

Lots of Chocolates

Brikutnyaaa…Christmas Market di Manchie.. ^_^

Ditulis dalam Hari-Hari, Unforgetable Moment | Bertanda: , , , | 2 Komentar »

Menjelang Winter

Posted by pipiew pada Desember 7, 2010

Pergantian Musim

Suhu di bawah nol kini menjadi bagian keseharian dari masyarakat UK, meski suasana yang terasa ‘winter’ ini datang terlalu cepat, jauh hari sebelum winter yang sesungguhnya datang. Umumnya salju baru akan turun pada bulan Desember, namun kali ini salju sudah turun sejak akhir November 2010. Kemajemukan penduduk yang kian menghiasi tanah Inggris ini membuat para imigran atau penduduk non-UK yang datang dari daerah tropis mengalami berbagai kendala dalam beradaptasi. Perubahan cuaca yang terlalu ekstrim, ditambah mobilitas yang tinggi sebagai tuntutan ‘kerja keras’ ala UK telah terbukti menjadi pemicu utama serangan demam dan berbagai penyakit lainnya.

 

Snow in the UK

Berada di negara empat musim dan merasakan hujan salju untuk pertama kalinya mungkin terlihat begitu menakjubkan. Salju pun terlihat sangat indah. Tetapi sesungguhnya, dibalik keindahan itu, resiko bencana tidak dapat dihindarkan. Winter kali ini diprediksi akan menjadi musim dingin yang lebih buruk dari tahun sebelumnya, padahal musim dingin tahun 2009 adalah winter terdingin selama 31 tahun terakhir (Gabbatt 2010) dengan suhu terendahnya mencapai -22,3 derajat celcius. Saat ini suhu rata – rata di berbagai wilayah di UK berada pada kisaran 0 sampai dengan -6 derajat celcius. Di bagian utara Great Britain dan Irlandia, temperatur udara bahkan sudah sampai di titik minus 14 derajat, misalnya di kota Edinburg dan Glasgow di Scotland. Merasakan dinginnya yang menusuk, tidak heran seseorang bisa mati kedinginan di cuaca yang sedemikian ekstrim.

Akibat situasi yang sangat ekstrim ini, 900 sekolah di Skotlandia terpaksa diliburkan dan sepertiga gedung perkantoran tidak menjalankan aktifitas harian. Sektor lain yang terkena dampak negatif adalah transportasi. Tumpukan salju yang sedemikian tebal di jalan raya menghambat arus kendaraan baik antar kota maupun dalam kota hingga mengakibatkan keterlambatan dan kemacetan lalu lintas. Beberapa jalur kereta api di Skotlandia juga gagal beroperasi. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Skotlandia mengeluarkan peringatan kepada pengendara untuk tidak melakukan perjalanan kecuali sangat penting.

Global warming ternyata tidak hanya berdampak kepada ketidakteraturan iklim di negara dua-musim saja, tetapi juga di belahan bumi lainnya. Salju, angin, badai menyebabkan keterlambatan angkutan umum, macet dan terhentinya kegiatan perbaikan jalan. Acara graduation terpaksa dibatalkan karena alasan cuaca, menyebabkan para wisudawan dan wisudawati di University of Bradford terpaksa menunda kebanggaannya untuk dikalungkan medali kelulusan di seremoni keagungan para students. Perpustakaan ditutup, kegiatan belajar mengajar pun dihentikan di salah satu universitas di wilayah Skotlandia karena udara yang terlalu dingin dan salju yang kian menebal. Aktifitas terhenti. Maka, winter tidak lagi menjadi menakjubkan..

Ditulis dalam Hari-Hari | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.