PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Rumah Gadang yang sedang terguncang..

Membayangkan perasaan takut bercampur kepanikan ketika diguncang bumi. Innalillahi..sungguh tak terbayangkan. Ketika bayangan tsunami menghantui setiap derap langkah kaki yang mengayun menghindari bahaya. Mungkin kehilangan nyawa terasa lebih baik daripada mengetahui kenyataan akan ketidakberadaan orang – orang yang dicintai. Innalillahi..turut berduka cita, saudaraku..

Deru kendaraan bersahutan dengan teriakan kegelisahan. Orang tua berlarian menyelamatkan sang anak, ibu – ibu bertangisan, harta tidak lagi menjadi urutan pertama untuk diselamatkan. Ah, saudaraku..sedih nian mendengar rintihanmu..semoga Yang Kuasa melindungi orang – orang yang beriman. Amin..

Dengan penuh kesadaran, Pariaman bukanlah yang pertama dan mustahil menjadi yang terakhir. Dimanapun dan kapanpun, do’a kami selalu untuk yang terbaik. Sebuah cobaan saudaraku, ingatlah Dia Yang Maha Mengingat. Dan ingatlah, saudaramu hingga Merauke meluangkan berjuta tangan untuk membantu. Kalian tidak sendiri..

- teruntuk saudara setanah air, korban gempa di Padang dan sekitarnya -

Oktober 1, 2009 - Ditulis oleh pipiew | My Voice | | 5 Tanggapan

5 Tanggapan »

  1. Sebuah Alarm yang bergetar dari bumi….
    Membuat kita terbangun….
    Terbangun dari nyenyaknya tidur malam…
    Terbangun dari Mimpi yang indah….
    Mengapa… baru sekarang kau terbangun….
    Mengapa…..

    Bangunlah sebelum alarm itu berdering lebih kencang lagi…
    Bangunlah sebelum DIA membangunkanmu….
    Kemarin… Saat alarm tidak berbunyi…
    Adakah Engkau terbangun untuk menundukan kepala walau sejenak….
    Untuk Berdoa…
    Untuk Memohon….

    Saat alarm itu berdering…
    Saat alarm itu berbunyi….
    Suatu pertanda….
    Suatu petunjuk….

    Segera bangun untuk menghadap di saat malam itu tiba…
    Jangan tunggu alarm bergetar kembali….

    Comment oleh bangfad | Oktober 1, 2009 | Balas

  2. Assalaamu’alaikum Pipiew..

    KESENANGAN DAN KESEDIHAN ADALAH HAL BIASA YANG MENGIRINGI KEHIDUPAN MANUSIA. SEMUA ITU TIDAK LAIN SEKADAR HIASAN WAKTU YANG SILIH BERGANTI DENGAN HIKMAH YANG BESAR DI DALAMNYA. ADA HARI DAN KETIKA SEORANG MANUSIA DAPAT DISELAMATKAN DARI KEMATIAN. SEDANGKAN DIHARI YANG LAIN SEKELOMPOK BESAR PULA MANUSIA MENEMUI KEMATIANNYA.

    SALAM TAKZIAH ATAS APA YANG MENIMPA DAN SAYA AMAT BERSIMPATI. MUDAHAN KITA BANYAK BERSABAR DENGAN UJIAN ALLAH SWT INI.

    Comment oleh Siti Fatimah Ahmad | Oktober 3, 2009 | Balas

  3. Moga kejadian ini nggak terulang lagi ya?
    Moga yang kena musibah ini diberi kesabaran.

    Comment oleh Edi Psw | Oktober 3, 2009 | Balas

  4. Turut berduka cita…

    Comment oleh Anas | Oktober 8, 2009 | Balas

  5. Mbak Pipiew,
    Duka Sumatera Barat, duka kita semua.
    Mari kita bantu dengan semampu kita.

    Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya
    atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita.

    Semoga diberikan ketabahan .

    Amin ya robbal alamin.

    Comment oleh adelays | Oktober 13, 2009 | Balas


Tinggalkan sebuah tanggapan