PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Kisah Seorang Teman

Beberapa hari yang lalu seorang teman lama datang kembali dari kota besar untuk urusan perpanjangan administrasi surat-menyurat kependudukan. Sudah menjadi kebiasaan, jika salah satu dari dua puluh orang anggota Angkatan IV datang dari tanah perantauan, walaupun hanya sebentar, wajib diadakan acara “ngumpul” bersama. Sejak kepindahan Retno ke kantor statistik provinsi, tugas menjadi EO di setiap acara kumpul-kumpul terasa jauh lebih ringan.

Lima orang dari kami yang menetap di Pontianak lengkap hadir kecuali Bubul, the oldest, biasanya di bulan puasa seperti ini memang kegiatannya padat, maklumlah membidangi masalah sosial dan keagamaan di kompleks perkantoran gubernur. Bertemu teman lama seperti memutar kembali video masa lalu yang tersimpan permanen dalam memori, mengekstraknya perlahan dan memainkannya dalam teater kecil di alam pikiran.

Humm..tidak terasa sebagian dari kami telah melepas masa lajangnya, memperistri seorang mantan teman dan sedang menunggu ditiupkannya ruh titipan Allah, Sang Maha Pemberi Kehidupan. Seorang teman, sebutlah Ahmad, adalah salah satu yang menunggu saat-saat membahagiakan tersebut. Tapi sayang, sebuah masalah masih enggan beranjak darinya. Menikah sudah lebih dari 6 bulan dan telah berjuang dalam jangka waktu yang lebih lama lagi, ternyata kesempatan mereka untuk tinggal bersama layaknya satu keluarga utuh belum juga dikabulkan. Suami istri sama-sama PNS, yang satu tinggal dan bekerja di Tasikmalaya, sedang si suami membalas jasa Pemda di sebuah kecamatan daerah terpencil kira-kira 5 jam dari kota Pontianak. Baca selebihnya »

September 11, 2008 Ditulis oleh pipiew | My Voice | | & Komentar