PIPIEW

me, my words ‘n my mind

EWA – Menulis Dengan Gembira

Ahh..akhirnya selesai juga membaca buku Menulis dengan Gembira hasil pikiran dan tulisan tangan bapak Ersis Warmansyah Abbas (ngetik komputer juga dilakukan dengan tangan ya toh??hehe..). Buku ini sudah lebih dari seminggu yang lalu sampai ke alamat saya, tapi baru selesai dibaca dinihari tadi, sehabis sahur, deuh lama banget ya si fifi ini membaca satu buku berisikan 245 halaman, he..

Dari membaca kalimat pertama yang disuguhkan Pak Ersis di bagian awal Penghargaan, alias ucapan-ucapan terimakasih, saya langsung terkagum-kagum dengan cara beliau berbicara (menulis, PPW). Cara penyampaian dengan bahasa yang lugas, tidak berat namun sarat intelektual terangkum dengan sempurna dalam keseluruhan kata-kata yang terangkai dalam buku bertajuk sederhana “Menulis Dengan Gembira”. Coba saja mulai membaca dari bagian pendahuluan, dijamin anda tidak akan sabar menanti ungkapan-ungkapan kekritisan seorang EWA pada halaman berikutnya. EWA tidak hanya kritis, tapi juga praktis, terbukti dengan ajarannya yang lebih bersifat praktek daripada teori.

Ersis Writing Theory, entah makanan sejenis apa itu, ternyata berdampak luas pada penulis-penulis muda yang berguru pada EWA, oups, bukan ding, kalo kata EWA “Guru menulis adalah diri sendiri”, belajar menulis adalah dengan menulis, karena menulis adalah pekerjaan pribadi, menuangkan sesuatu yang ada di dalam pikiran sendiri, bukan pikiran orang lain.

Di dalam buku ini, pesan utama yang saya tangkap adalah tiga kata ajaib “Menulis, menulis dan menulislah”. Tidak peduli seberapa jelek tulisan anda, tidak peduli seberapa enteng permasalahan yang anda ungkapkan, dan tidak peduli seberapa buruknya kemampuan menulis anda, mulailah dengan menulis. Biarkan ide anda mengalir dalam rangkaian kata-kata tanpa hambatan, setelah selesai barulah dikoreksi ulang, kemudian pertimbangkan apakah tulisan tersebut layak untuk di-publish kepada khalayak atau cukup disimpan sebagai koleksi pribadi saja, yang penting menulis, menulis dan menulislah! (hi..jadi serasa pak EWA, heu..)

Mengubah pikiran bahwa menulis itu sulit juga perlu dilakukan, subjektifitas seseorang terkadang membawa dampak yang sedikit banyak berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Berpikirlah bahwa menulis itu mudah, maka anda akan merasakan bahwa menulis memang mudah. (begitu pesan pak Ewa..)

Menariknya, buku ini dilengkapi dengan contoh ide-ide kecil yang bisa diangkat menjadi tulisan, dari si “upil” sampai cerita tentang perjalanan ke kampung halaman, misalnya. Pak EWA juga bercerita mengenai perjalanan beliau ke Singapura & Malaysia lho, luar biasa hebat, jadi pengeen..hehe..intinya, hal-hal kecil pun bisa dijadikan ide untuk menulis.

Menulis itu belajar, menulis itu membuka pikiran, dan pembelajaran sesungguhnya oleh diri sendiri. Huwaah..luar biasa ungkapan sang motivator menulis ini. Jujur saja, dua postingan sebelum ini adalah dampak dari Menulis dengan Gembira, yang waktu itu baru terbaca beberapa lembar. Yang pertama sebut saja curahan hati, sedang yang kedua adalah fiksi, padahal jarang-jarang lho saya bisa menulis fiksi sampai tuntas. Si Mukena Putih itu saya selesaikan kurang dari dua jam, setelah ide pokok dan inti cerita yang saya temukan beberapa jam sebelumnya, hanya karena melihat mukena-mukena yang banyak bermunculan di bulan Ramadhan ini. Akhir cerita pun baru saya temukan ketika menulis, yang saya lakukan hanyalah menulis dan kata-kata terasa begitu mudahnya mengalir, yaa menurut orang lain mungkin si Mukena itu memang bukan karya apa-apa sih, tapi bagi saya merupakan salah satu tulisan yang akan membuat saya tersenyum-senyum sendiri ketika tua nanti, hehe.. *bisa juga ya saya menulis fiksi* ;p

Terakhir, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ersis, terimakasih telah memberi saya inspirasi, ide, tips & trik serta konsep menulis yang kesemuanya bersarang dari apa yang kita pikirkan. Juga terimakasih atas kiriman buku-bukunya dengan ikhlas tanpa imbalan, saya tahu, yang bapak inginkan hanyalah agar budaya menulis semakin berkembang, insyaAllah, selagi masih bisa berpikir, saya tidak akan berhenti menulis, walaupun kualitas tulisan saya tidak bisa dikatakan bagus, he.. Terimakasih juga kepada Pak Ersis Crew yang telah bersedia membantu Pak Ersis untuk mempaketkan bungkusan ilmu bernilai tinggi tersebut ke alamat saya, InsyaAllah, buku-buku ini bukan hanya saya saja yang membacanya. Dan, terimakasih kepada rekan-rekan (bapak, ibu, sdr/i) yang telah berkunjung membaca postingan ini, mari menulis, teruslah menulis!! :)

September 7, 2008 - Ditulis oleh pipiew | Pinter | , , | & Komentar

& Komentar »

  1. Hayooo menulis…. (diungkap bergaya Hayooo sekolah!)

    ================
    perlu dibikin iklannya juga ga ya? ;p

    Komentar oleh qizinklaziva | September 8, 2008 | Balas

  2. Assalaamu’alikum Fifi

    Selamat Berpuasa. Gembira dapat mengenali Fifi. Terima kasih ya..atas kunjungan ke laman ilmu saya. Semoga silaturahmi ini akan mempersaudarakan kita yang jauh di mata namun insya Allah dekat dihati jika sentiasa dipupuk dengan redha Allah.

    Jika punya masa luang, sila bertandang dan berbicara sesantainya untuk bertukaran ide dan keceriaan.

    Salam manis saya kirimkan dari Malaysia.

    MENULIS GAYA SENDIRI
    http://websitifatimah.sosblog.com

    ==================
    wa’alaykumsalam wr.wb. kak siti, wah cepet banget kunjungan baliknya :)
    aamiin..terimakasih kak siti, insyaAllah kita akan selalu berbagi pengalaman dan menjalin silaturahmi sebagai sesama muslimah, salam hangat dari Indonesia :)

    Komentar oleh Siti Fatimah Ahmad | September 8, 2008 | Balas

  3. Tuan Ersis Warmansyah Abbas bagi saya adalah seorang guru yang berwibawa besar dalam dunia penulisan. Beruntung mempunyai guru sedemikian. Walaupun beliau hanya GURU MAYA kepada saya, namun ilmunya tiada halangan untuk merentas benua jua sarwajagat ini. TERNYATA MENJADI GURU SIFATNYA AMAT MULIA.

    Jumpa lagi Fifi. Salam mesra selalu.

    =======================
    benar kak siti, beliau memang motivator hebat..

    Komentar oleh Siti Fatimah Ahmad | September 8, 2008 | Balas

  4. blog ini menarik lho… coba di share aja di situs social bookmarking ini>>> http://www.lintasberita.com mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini.. ok deyh.. keep up the great job ok.. thanks..

    =====================
    segera!! terimakasih…

    Komentar oleh reedzq | September 8, 2008 | Balas

  5. memang menulis sendiri lebih kearah mencairkan ide yg ada dikepala ….. biar nggak mampet yg akhirnya bikin stress orang, mendingan coba di tuangkan .. :)

    ============================
    curhat sekalian belajar nulis ya.. :)

    Komentar oleh afwan auliyar | September 8, 2008 | Balas

  6. wah lama ndak berkunjung di sini tulisannya semakin mantabs ajah nih

    ================
    wah, makasih pak, udah dikunjungi lagi.. :D

    Komentar oleh Achmad Sholeh | September 8, 2008 | Balas

  7. Pipiew ternyata murid yang berbakat, kenyataannya dari belajar dari buku pak EWA, sudah bisa menulis fiksi “mukena putih”. Semoga tulisanmu makin baik, memang harus berani, dan terus menulis.

    ========================
    aamiin.. Terimakasih ibu.. InsyaAllah tidak ada kata berhenti untuk belajar.

    Komentar oleh edratna | September 8, 2008 | Balas

  8. dah dibyr lah utangnye ni? :D

    ==================
    udaaah..hehe..

    Komentar oleh eNPe | September 9, 2008 | Balas

  9. menulis merupakan kegiatan untuk menuangkan ide2 kita, mudah (kata sebagian orang sih), dan tanpa biaya .. :D
    salam kenal

    ===================
    benar sekali.. terimakasih atas kunjungannya..salam kenal juga..

    Komentar oleh rorizki | September 9, 2008 | Balas

  10. Baguslah, saya bangga pa Sampeyan, Tapi, eiit jangan muji-mujilah, ntar gede kepala ini en sombong jadi dosa tu. FI: menulis, menulis, dan tersulah menulis. Amin.

    =======================
    amiin..Terimakasih pak..telah menjadi inspirator banyak orang..

    Komentar oleh Ersis Warmansyah Abbas | September 9, 2008 | Balas

  11. keep menulis… :D

    semoga tulisan kita bermanfaat…atau malah menghibur :D

    =====================
    aamiin..semoga tulisan kita bermanfaat tidak hanya untuk diri kita sendiri ya..

    Komentar oleh RuleZ | September 10, 2008 | Balas

  12. menulis seperti pisau
    makin sering diasah makin tajam
    keep writing fi….

    ===============
    terimakasih pak… pisaunya sekarang sedang dalam tahap pengasahan, hehe..

    Komentar oleh mikekono | September 10, 2008 | Balas

  13. Menulis dengan gembira, dengan tertawa, dengan stres, dengan mood rendah, yang penting apapun makanannya perasaannya, minumnya Teh Botol Sosro kegiatannya tetap menulis! Huehehehe…. sip deh pak EWA ini memang raja menulis! :D

    ======================
    ha…betull pak..menulis dalam segala situasi ya pak..hehe..

    Komentar oleh Yari NK | September 10, 2008 | Balas

  14. nulis???? hiks….. =(

    ==============
    lho, kok hiks? kan judulnya menulis dengan gembira, hehe..

    Komentar oleh FITRI | September 10, 2008 | Balas


Tinggalkan komentar