PIPIEW

me, my words ‘n my mind

Senandung Opick di tengah antrian Premium

Kota Pontianak lagi-lagi dilanda kelangkaan bahan bakar minyak, terutama Premium. Masyarakat harus rela mengantri selama kurang lebih satu jam untuk mengisi tangki bahan bakar kendaraannya, itupun dibatasi hanya untuk pengisian maksimal Rp 15000,- untuk kendaraan roda dua, dan Rp 50000,- untuk kendaraan roda empat.

Menurut kabar yang diberitakan di media massa setempat, kelangkaan bahan bakar ini dikarenakan kedatangan kapal yang membawa bahan bakar tidak tepat waktu. Akibatnya, persediaan bahan bakar di depot pertamina pun menipis.

Puncak antrian terjadi di pada hari Senin malam di SPBU Pancasila, petugas keamanan pun mulai dikerahkan. Antrian empat banjar roda dua di setiap selang premium yang tersedia tidak juga membuat proses pengisian semakin cepat. Antrian yang semakin membludak ini, dengan kepadatan kendaraan yang rawan saling menyenggol, dapat memancing amarah warga yang kurang sabar menunggu giliran. Adu mulut dan keributan kecil pun mulai terjadi, untuk mengatasi hawa yang semakin panas oleh emosi pihak SPBU menambahkan layanan “music on the spot” << sebut saja begitu. Lagu yang diputar pun sesuai dengan tujuan meredakan amarah, Opick mulai bersenandung. *serasa di gramedia menjelang maghrib* :D

Sampai Selasa pagi antrian premium masih penuh, namun tidak demikian dengan Pertamax yang selisih harganya hampir dua kali lipat harga Premium bersubsidi. Kabarnya di hari tersebut kapal yang membawa bahan bakar tersebut sudah berlabuh dan siap didistribusikan, dan terbukti pada siang harinya di salah satu SPBU di daerah Siantan pengisian bahan bakar sudah berangsur normal dan tidak terjadi antrian. Namun justru di pusat kota Pontianak sampai Selasa malam, antrian masih juga terjadi di beberapa SPBU walaupun jumlah kendaraannya jauh menurun *aneh, orang kota kok masih suka latah begitu yak*

Humm..kejadian seperti ini sudah berulangkali terjadi, juga dengan alasan “kapal belum sampai akibat cuaca buruk”. Semoga yang terjadi adalah benar demikian, bukan taktik BUMN dan pemerintah yang membatasi jumlah peredaran bahan bakar bersubsidi. Logikanya, kalau subsidi BBM dikurangi harusnya jumlah BBM yang disubsidi semakin besar, bukan juga ikut berkurang. Masalah lebih banyak orang kaya yang menikmati subsidi toh tetap saja membuat subsidi berkurang dan harga premium naik. Saran saya untuk para orang kaya, Gunakan Pertamax, mesin lebih awet lho, setidaknya mengurangi biaya reparasi, lagipun pemakaiannya tidak seboros Premium, hehe.. *sok kaya*

Juli 16, 2008 - Ditulis oleh pipiew | My Voice | | & Komentar

& Komentar »

  1. mau ngisi bensin yang ga pake antrian?
    ke sungai raya dalam aja tuh… ada pom bensin dekat2 komplek korpri… atau coba pom bensin yang di pal, siapa tau sepi :)

    ============================
    haha..itu sih pas perjalanan pulang udah kosong lagi tankinya :D tp denger2 antriannya merata, di a. yani malah sempet tutup spbu-nya gara2 keabisan premium, hehe..

    Komentar oleh motosuki | Juli 16, 2008 | Balas

  2. hmm….
    kalo gitu nanti kita jalan kaki aja yah, pas mo beli bakso.
    trus… muter2nya juga jalan kaki… ga usah pake motor.
    gimana ???

    hehehhe….

    ============================
    hehehe..okelah..tapi perginya jam 5 subuh ya, sebelum matahari terik, udah gitu nunggu ampe siang si mamangnya baru buka warung, trus pulangnya abis magrib.. biar lulurannya ga sia2 *kek pernah aja* kekeke..

    Komentar oleh kepedihan | Juli 16, 2008 | Balas

  3. Fi ikutan antri gak yee …

    =========================
    ikotlah pak, tuu ade potonye… :D

    Komentar oleh bpk | Juli 16, 2008 | Balas

  4. Fi ikutan antri gak yee …
    Senandung opick —-Opickul anwar

    ===========================
    kalo Opickul anwar yg bersenandung itu namanya pengusiran secara halus, bener juga si biar spbu-nya rada sepian :mrgreen: *lariii sblm diketok abg*

    Komentar oleh bpk | Juli 16, 2008 | Balas

  5. Fi ikutan antri gak yee …
    Senandung opick —-Opickul anwar keh he3

    ==========================
    maak..semangatnye gak bapak..ndak apelah, biar nambah2 hit, keke..

    Komentar oleh bpk | Juli 16, 2008 | Balas

  6. sedih ya :( sudah 62 tahun kita merdeka bentar lagi 63, masih kayak gini2 juga, ampun deh…

    btw kmrn iko ikut antri juga loh hehehe, di Imam Bonjol, untung motor iko tankinya gede 14 liter, jadi sekali isi bisa untuk 2 minggu hehehe atau bagi ke ade’ yang males ngantri hehehe

    ===========================
    iya bg, usia udah bukan abg lagi, tp masiiih aja kurang bisa belajar dari pengalaman ya..
    abg bagi fi juga donks..4 liter jaak..tambah 5 liter ken lah.. *sambil bawa dirigen minyak* kekeke…

    Komentar oleh rizko | Juli 17, 2008 | Balas

  7. Dah harga BBM naek… langka lagi…, tambah mumet yakk l-)
    kirain BBM di timbun biar harga BBM di wilayah tertentu jadi mahal berlipat lipat harganya.

    BolaNaga
    http://www.lesehan.cn

    =========================
    mumet tujuh keliling..hiks..
    kadang karena kurang terbukanya pihak berwenang terhadap penyampaian informasi, jadinya kita su’udzon deh..

    Komentar oleh BolaNaga | Juli 17, 2008 | Balas

  8. bener2 blogger sejati

    sempet2nya antri sambil foto2 :D

    ======================
    yang paling bener si emang “narsis sejati”, kekeke… thx mampir pak..

    Komentar oleh achoey sang khilaf | Juli 18, 2008 | Balas

  9. Masalah subsidi…. banyakan mana rakyat miskin atau rakyat yang kaya?? Kalau subsidi dicabut dan kebanyakan di negara tersebut adalah rakyat miskin ya tentu saja makin sengsara. Kalau di suatu negara tersebut udah kaya semua atau hampir kaya semua, nah itu baru sedikit pengaruhnya terhadap kesejahteraan…..

    ======================
    setuju pak..keknya sekarang ini yang miskin makin tambah miskin, hiek..

    Komentar oleh Yari NK | Juli 21, 2008 | Balas


Tinggalkan komentar